Curhatan Horor KKN Desa Penari Part 7 Rasa Penasaran Widya

Curhatan Horor KKN Desa Penari Part 7 Rasa Penasaran Widya

Masih penasaran sama kisahnya Widya dan kawan-kawan? Kuy Kita kepoin.

Kita lanjutkan lagi gimana kengerian KKN nya si Widya dan Kawan-kawan di desa Penari.

Nur bercerita saat di pondok, kalau sudah kudu menikmati sholatnya, biasanya sampai ketiduran. Entah apa yang Widya pikirkan, sampai tiba-tiba ia bertanya hal yang Nur paling tidak sukai.

"sejak kapan bisa lihat begituan?"

Awalnya, Nur salah tingkah, tidak mau cerita, sampai ketika Widya menungguinya, Nur mengatakanya, sejak mondok, ia bisa melihatnya, karena memang harus.

Ghaib itu ada' kata Nur, "sebenarnya, tiap orang ada yang jaga, jenisnya berbeda-beda, ada yang jahat. ada yang baik, ada yang cuma mengikuti, ada yang cuma numpang lewat.

Seram (primbon.com)

"awakmu onok sing jogo?" (kamu ada yang jaga?) tanya Widya. 

"jarene onok" (katanya ada) ucap Nur, suaranya pelan, sepeti tidak mau menjawab. 

"kok jarene" (kok katanya) 

"aku ra tau ndelok Wid, aku di kandani kancaku sak durunge metu tekan pondok. jarene, sing jogo aku. wujude mbah dok, mbahku biyen" (aku belum pernah melihatnya langsung, aku di kasih tahu temanku sebelum keluar dari pondok, katanya, wujudnya menyerupai nenekku).

Setelah mendengar itu, Widya hanya mendengar Nur, bercerita tentang pengalamanya selama mondok namun, Widya lebih memikirkan hal lain.

KKN di desa penari (WordPress.com)

23 Hari, sudah di lalui, setiap hari, perasaan Widya semakin tidak enak. di mulai dari satu persatu warga yang membantu prokernya mulai tidak datang satu persatu, kabarnya mereka jatuh sakit, anehnya, itu terjadi di proker kelompok mereka. yang berurusan dengan Sinden. 

Pernah suatu hari, Widya mendengar secara tidak langsung, kalau ini semua karena Sindenya mengandung kutukan, tapl pak Prabu bersihkeras itu mitos, takhayul, sesuatu yang membuat warga desanya ketinggalan jaman. 

Namun, satu kali, Widya pernah di kasih tahu warga, bila Sinden ini. Ada yang jaga. 

Katanya. Sinden ini dulu, sering di gunakan untuk mandi oleh dia. dia yang di bicarakan ini, tidak pernah di sebut warga, namun yang mencurigakan dari kasus ini adalah, nama Sinden ini, adalah Sinden kembar. 

Sinden kembar. Widya selalu mengulangi kalimat itu. 

Sinden kembar, membuat Widya semakin penasaran.

Sinden (ceritamistis.com)

Alasan kenapa pak Prabu memasukkan ini menjadi proker adalah, agar air sungai dapat alirkan ke Sinden ini, sehIngga warga tidak perlu lagi jauh-jauh mengambil air ke sungai yang tanahnya terjal. namun, seperti ada yang ganjil.

Malam itu, Ayu mengumpulkan semua anak, perihal masalah yang mereka hadapi, hampir setengah warga yang membantu proker mereka tidak mau melanjutkan pekerjaanya alasanya bermacam-macam, sibuk berkebun sampai badanya sakit semua.

Dari semua anak yang punya usul, hanya Bima yang tidak seantusias yang lain. 

Kenapa Bima tak antusias sendiri? Kita simak di part selanjutnya deh~

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"