Apa sih Altruism itu? Mungkin banyak yang belum ya? Yuk cari tau..

Apakah Moms and Dads pernah mendengar informasi mengenai altruism pada anak? Apa saja informasi yang perlu diketahui dan bagaimana cara mengembangkan sikap altruism pada anak?

Altruism pada Anak, Apa Sih Maksudnya? (psychologicalscience.org)

Apa itu altruism?

Secara harfiah, altruism adalah keinginan atau kemauan untuk merelakan keinginan dirinya  sendiri untuk memberikan keuntungan kepada orang lain. Dengan melakukan altruism, seseorang melakukan tindakan tanpa pamrih yang menempatkan kesejahteraan orang lain di depan kesejahteraannya sendiri. Individu yang memiliki sikap altruistik tidak memiliki motif tersembunyi, seperti keinginan untuk mendapatkan pengakuan, hadiah, atau membuat diri mereka merasa lebih baik. Sehingga, apabila menolong seseorang dengan tujuan untuk membuat perasaan mereka sendiri lebih baik, perilaku tersebut tidak termasuk dalam altruism. 

Sikap altruism pada anak dapat ditunjukkan dengan memberikan sedekah, menolong teman sekelas dalam mengerjakan pekerjaan rumah, atau merelakan mainan untuk diberikan kepada adik. Semua sikap tersebut dapat dikategorikan dalam altruism asalkan anak tidak melakukan tersebut dalam paksaan atau diiming-imingi hadiah. 

Altruism pada Anak, Apa Sih Maksudnya? (themunicheye.com)

Mengapa penting untuk mengembangkan sikap altruism pada anak?

Altruism pada anak akan memberikan beberapa manfaat baik, seperti meningkatkan kebahagiaan pada anak dan membuat anak lebih mudah bergaul. Contohnya, apabila anak sering meminjamkan mainannya kepada temannya atau membantu teman yang lain mengerjakan pekerjaan rumah, tentunya banyak yang akan merasa nyaman bergaul dengan sang anak. Perilaku egosentris akan membuat anak sulit untuk memiliki teman, sedangkan perilaku altruism mendekatkan anak dengan sesama.  Ketika hal ini terjadi, tentunya anak juga akan lebih bahagia.

Sebuah penelitian oleh Eisenberg pada 1999 menemukan bahwa perilaku altruistik pada anak dapat memprediksikan perilaku altruistik di masa dewasa. Artinya, dengan mengembangkan perilaku altruistik pada anak, perilaku altruism tersebut juga dapat bertahan hingga sang anak dewasa. 



Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna

Facebook Conversations