Pertama Kalinya dalam Sejarah, NASA Bikin Hijab Khusus Astronaut Muslim

Pertama Kalinya dalam Sejarah, NASA Bikin Hijab Khusus Astronaut Muslim

NASA pertama kalinya membuat hijab khusus astronaut muslim yaitu Nora Al Matrooshi. Ia baru saja lulus mengikuti program pelatihan NASA dan menjadi wanita Arab pertama yang lulus badan antariksa Amerika tersebut. 

Wanita 30 tahun tersebut mengatakan jika NASA sedang mengembangkan strategi supaya rambutnya bisa tetap tertutup ketika memakai helm di ruang angkasa yang dikenal dengan istilah Unit Mobilitas Extravehicular atau EMU.

"Setelah kamu masuk ke EMU, kamu mengenakan topi (dilengkapi dengan mikrofon dan speaker), yang menutupi rambutmu," kata Nora Al Matrooshi kepada AFP, dilansir dari France24.

Nora Al Matrooshi (via NASA)

Nora Al Matrooshi sempat diharuskan melepas hijab yang biasa ia pakai sebelum memakai helm tersebut. Hal itupun semakin pelik lantaran hanya bahan khusus yang bisa digunakan di dalam EMU.

"Para insinyur pakaian akhirnya menjahit hijab darurat untuk saya, sehingga saya bisa memakainya, masuk ke dalam pakaian, dan kemudian mengenakan topi komunikasi, dan kemudian melepasnya dan rambut saya akan tertutupi. Jadi saya sangat, sangat menghargai mereka melakukan itu untuk saya," ucap Nora.

Nora rencananya akan dikirimkan ke luar angkasa pada 2025 untuk misi Artemis 3.

"Saya pikir menjadi astronot itu sulit, terlepas dari apa agama atau apa latar belakang kamu," jelas Nora.

Nora Al Matrooshi merupakan insinyur mesin yang pernah bekerja di industri minyak, menjadi inspirasi bagi wanita berhijab lainnya untuk terus menggapai impian.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"