Jawaban Ariel NOAH Saat Diajak Masuk ke Politik

Jawaban Ariel NOAH Saat Diajak Masuk ke Politik

Ariel NOAH ternyata pernah diajak untuk masuk ke dunia politik. Sudah pasti tawaran tersebut meminta vokalis NOAH ini bergabung ke sebuah partai politik dan menjadikan mantan pacar Luna Maya ini seorang Calon Anggota Legislatif atau Caleg. 

Dilansir dari channel YouTube TAULANY TV, pria asal Bandung, Jawa Barat ini menyebut jika politik bukan menjadi tujuan hidupnya. “Politik bukan dunia gue deh. Gue mungkin terpikir mau buat sesuatu untuk Bandung, tapi melakukan hal itu nggak harus masuk ke politik,” ujar ayah satu anak ini.

Ariel sangat fokus dalam pilihan sebagai musisi. Selama lebih dari 20 tahun dia menumpahkan semua energi dan waktu untuk bermusik. Makanya masuk ke politik sama sekali tidak pernah dipikirkan atau membuatnya berandai-andai. “Kayaknya kalau masuk politik harus komunikasi dengan banyak orang, capek sih kalau gue,” paparnya.

Ariel NOAH (TAULANY TV)

Meskipun tidak mau masuk politik bukan berarti Ariel NOAH tidak setuju apabila ada artis atau musisi yang masuk ke politik, sebut saja Giring Ganesha eks Nidji dan Pasha Ungu. Kedua orang tersebut memang awalnya dikenal sebagai musisi dan terjun ke politik dan fokus ke dunia baru mereka.

“Kalau ada artis atau musisi msuk politik karena memang ada passion-nya. Kayak Giring atau Pasha. Bahkan sampai ada yang sekolah politik lagi,” ujar Ariel. Ariel pun sepakat jika banyak artis atau musisi tak dipungkiri bisa menambah suara bagi partai politik tertentu karena elektabilitas dari publik figur tinggi.

Saat ini Ariel memutuskan untuk cuti sejenak dalam dunia musik bersama NOAH. Keputusan NOAH untuk hiatus kabarnya dilakukan selama 1-2 tahun. Ariel dan dua personel NOAH lainnya yakni Lukman dan David memang perlu istirahat sejenak untuk mengurangi rasa jenuh bermusik. Kira-kira apa yang akan dilakukan Ariel selama hiatus?



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"