Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Rambu "STOP" Dicat Merah

Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Rambu "STOP" Dicat Merah

Kenapa sih rambu "STOP" dicat merah? Nah, terungkap sudah alasannya. Simak deh.

Kenapa sih rambu bertuliskan "STOP" tuh dicat merah? Kenapa harus merah, kenapa nggak biru aja gitu?

Jadi, warna merah digunakan sebagai standar untuk tanda berhenti karena emang diputuskan demikian. Keputusan itu bersumber dari First National Conference on Street and Highway Safety pada tahun 1924 silam.

Kenapa sih rambu "STOP" dicat merah? (bellinghamherald.com)

Tanda berhenti ini mulanya adalah ide baru di Amerika Serikat tahun 1920-an itu. Rambu itu pertama kali digunakan di Detroit, Michigan, tahun 1915. 

Soal "Merah adalah berhenti" bisa ditelusuri dengan kembali ke tahun 1841, ketika Henry Booth, pejabat Liverpool and Manchester Railway menyarankan untuk menggunakan warna merah di pintu perlintasan kereta api. Rambu itu mengindikasikan bahaya di jalur kereta api.

Setelah itu, London mengadopsi warna itu untuk lampu lalu lintas reguler pada 1868. Kemudian Amerika Serikat pun mengadopsi dan menggunakannya pula.

Itu semua karena sebuah keputusan bersama aja sih gengs (shutterstock.com)

First National Conference on Street and Highway Safety itu dihadiri Menteri Perdagangan Herbert Hoover. Tujuannya adalah untuk membakukan pengkodean warna pada rambu-rambu jalan.

Konferensi itu menetapkan bahwa untuk semua "tanda dan sinyal, baik bercaya dan tidak bercahaya", merah harus mengisyaratkan "berhenti". Sementara hijau artinya "jalan". Demikian dengan kuning yang berarti "hati-hati".

Nah, itulah laporan yang dirilis setelah konferensi penting itu dilaksanakan. Bersamaan dengan konferensi itu, ditetapkan pula bahwa hitam-putih menjadi warna untuk tanda jarak dan arah seperti yang kita ketahui sekarang.

Dulu, warna merah-kuning-hijau dipilih karena sepakatnya begitu (livescience.com)

"Sayangnya, warna merah yang tidak gampang pudar, tidak ada pada tahun 1924," kata Gene Hawkins, seorang profesor Teknik Sipil di Texas A&M University.

Setelah itu, pejabat dari Manual on Uniform Traffic Control Devices (MUTCD) memilih warna yang terbaik menurut mereka: kuning, pada tahun 1935. MUTCD pun menetapkan bahwa setiap tanda harus berbentuk segi delapan beberapa tahun kemudian.

California menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang menerapkan enamel porselen yang diklaim mampu bertahan terhadap pemudaran. Hingga warna merah lebih mudah diterapkan, MUTCD memutuskan mengganti warna kuning jadi warna merah lagi untuk tanda "STOP" itu.

Yaudah, semenjak itu ... semua jadi begitu deh (streets.mn)

Di samping itu, ada juga kok penelitian tentang warna merah. Yang dilibatkan adalah kawanan kera di sebuah kebun binatang tahun 2011 lalu.

Di sana ada tiga piring untuk meletakkan irisan-irisan apel. Ketiga piring itu berwarna merah, biru, dan hijau. Piring itu pun didekati kera dan mereka pun enggan untuk mengambil potongan apel yang ditempatkan di wadah merah.

Nah, ini bisa jadi indikasi kuat kalo warna merah tuh menandakan "bahaya". Kalo di sini, merah kan berarti 'berani' ya? Hehehe.

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"