5 Hal yang Dilakukan Orangtua Jika Anak Jadi Pelaku Bullying di Sekolah

5 Hal yang Dilakukan Orangtua Jika Anak Jadi Pelaku Bullying di Sekolah

Ternyata kasus perundungan atau bullying  masih sering terjadi di Indonesia, khususnya menimpa anak-anak sekolah. Yang terbaru adalah kasus dugaan bullying yang dilakukan LR anak Vincent Rompies di sekolah. Lalu jika anak jadi pelaku bullying, apa yang harus dilakukan oleh orangtua? 

Cari Tahu Penyebabnya

Seorang anak jadi pelaku bullying di sekolah tentu bukan tanpa alasan karena dipicu oleh beberapa faktor seperti mencari perhatian, balas dendam, kondisi keluarga, pola asuh orangtua, hingga mencari kekuasaan. 

Orangtua harus bertanya langsung kepada anak kenapa si anak tega melakukan bullying di sekolah. Nantinya anak akan memberikan jawaban kenapa melakukan hal tersebut. Apabila orangtua sudah mengetahui penyebabnya maka tinggal mencari solusi bagaimana menghilangkan kebiasaan anak melakukan bullying.

Bullying (Kilat)

Jadi Pendengar yang Baik

Orangtua sebaiknya tidak langsung emosi dengan memarahi anaknya karena melakukan bullying di sekolah. Sebaiknya orangtua bisa memposisikan jadi pendengar yang baik. Biarkan anak menceritakan kronologi secara lengkap dan jangan memotong bicaranya. Anak akan merasa nyaman menceritakan masalahnya kepada orangtua yang bisa jadi pendengar.

Tidak Menghukum Anak

Mungkin saja ada orangtua yang tak hanya memarahi anak yang melakukan bullying di sekolah, juga menghukum dengan cukup keras. Misalnya menyita atau mengambil handphone atau menyetop memberikan uang kepada anak. 

Hal itu disarankan tidak dilakukan karena malah bisa memperburuk keadaan anak. Bukannya si anak berubah, tetapi malah semakin menjadikan anak nakal karena hukuman dari orangtua. Yang ada anak malah tetap saja melakukan bullying di sekolah.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"