BKSDA Gelar Sayembara Melepas Karet Ban Yang Menempel di Kepala Buaya Besar di Sulawesi, Hayo Siapa Berani?

BKSDA Gelar Sayembara Melepas Karet Ban Yang Menempel di Kepala Buaya Besar di Sulawesi, Hayo Siapa Berani?

Kalau baca judul diatas tentunya kalian mikir ada apa sih dengan BKSDA kok tumben-tumbennya sampe gelar sayembara gitu emang ada apa sih?

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah menggelar sayembara, untuk bebaskan buaya liar yang biasa berkeliaran dengan ban bekas sepeda motor yang melilit lehernya.

Buaya tersebut berkeliaran di aliran Sungai Palu hingga Teluk Palu. Siapa yang berhasil melepas lilitan tersebut akan mendapat imbalan dari BKSDA.

Buaya (Tribunnews.com)

Wait-wait, coba perhatikan apa tuh BKSDA gelar sayembara

Yak jelas BKSDA gelay sayembara buat bebasin buaya, kalian tahu kan buaya gengs?

Buaya adalah sosok makhluk yang memiliki suara, "Assalamualaikum Ukhtie", yang suka mengumbar janji manis kepara wanita-wanita kesana dan kemari.

Eh salah ya? wkwkwk....

Yang dimaksud buaya nya BKSDA ya reptil gengs. Maksudnya Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya sepit. 

Meski demikian nama ini dapat pula dikenakan secara longgar untuk menyebut ‘buaya’ aligator, kaiman dan gavial; yakni kerabat-kerabat buaya yang berlainan suku.

Buaya (detikNews)

Dan kalian semua tahu kan gengs buaya itu terkenal sering memburu manusia dan gak jarang ada juga yang sering kemakan. Lah ini kok mau dibebaskan?

"Sayembara ini dimaksudkan untuk mengeluarkan ban bekas yang terlilit di leher buaya," kata Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Hasmuni Hasmar dikutip Antara di Palu, Selasa (28/1/2020).

"Jika ada masyarakat berhasil melepas ban bekas di leher buaya itu, kami akan berikan imbalan," kata Hasmar tanpa menyebut bentuk dan nilai imbalan yang akan diberikan.

Dia menjelaskan BKSDA menggelar sayembara tersebut karena tidak punya cukup personel untuk menemukan buaya liar yang terlilit ban di sepanjang aliran sungai.

Menurut dia, sejumlah pemerhati satwa liar sebelumnya sudah berupaya menolong buaya yang lehernya terlilit ban bekas tersebut, termasuk Muhammad Panji alias Panji Petualang, pada awal Januari 2018. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

"Kami juga beberapa waktu lalu bekerja sama dengan NGO asal Australia namun upaya mereka menyelamatkan buaya itu gagal," katanya sambil menambahkan organisasi itu sudah dua kali berupaya menolong si buaya yang terlilit ban bekas.

Sesuai instruksi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, untuk membebaskan buaya itu dari lilitan ban bekas pada 2020, BKSDA menyelenggarakan sayembara.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"