Tenis Masuk Kategori Olahraga Mahal? Ini Dia Faktanya

Tenis Masuk Kategori Olahraga Mahal? Ini Dia Faktanya

Tenis selama ini masuk dalam kategori olahraga mahal. Selain tenis ada golf yang disebut sebagai olahraganya orang kaya. Tidak semua orang bisa bermain tenis karena stigma tenis olahraga mahal. Tenis dianggap sebagai olahraga mahal ternyata sudah ada sejak dulu kala. 

Tenis pada masa perkembangannya di Eropa hanya dimainkan oleh kaum bangsawan. Untuk bermain tenis membutuhkan fasilitas penunjang seperti barang-barang seperti raket, sepatu, baju, dan biaya untuk menyewa lapangan tenis. Di Indonesia sendiri, tenis dulunya hanya menjadi olahraga yang dimainkan oleh para pengusaha, artis, dan orang menengah ke atas.

Tetapi seiring perkembangan zaman, tenis kini sudah tak lagi dianggap sebagai olahraga khusus orang  kaya saja. Buktinya anak-anak muda dari lapisan sosial yang beragam tertarik untuk berolahraga tenis. Mereka mulai mendalami olahraga tenis dan belajar bersama-sama teman seusianya.

Tenis Olahraga Mahal (BINUS UNIVERSITY)

Salah satu Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) di salah satu daerah di Indonesia bernama H.Zulkarnain mengatakan bahwa istilah tenis olahraga mahal adalah tidak benar. Siapa pun bisa melakukan olahraga tenis dan menjadi atlet tenis. “Tidak mahal, semua orang pasti bisa karena sama dengan olahraga lainnya,” ujar Zulkarnain dilansir dari ikobengkulu.com.

Zulkarnain mencoba menjelaskan terkait barang-barang yang harus dipersiapkan untuk berolahraga tenis, seperti bola, raket, dan sepatu. Harga bola tenis sekitar Rp 75 ribu yang terdiri dari satu tabung berisi empat bola yang bisa digunakan berulangkali. Berbeda dengan kok bulutangkis yang biasanya hanya bisa dipakai sekali saja.

Lalu ada peralatan tenis lainnya misalnya seperti raket yang memiliki harga bervariatif dari yang mahal seharga jutaan sampai yang ratusan ribu pun ada. Meskipun harga tidak membohongi kualitas. Semakin mahal harga raket maka kualitas raket juga semakin baik. Raket tenis bisa dipakai sampai senarnya putus, kira-kira mencapai 6 bulan – 1 tahun.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"