Seorang Perempuan Bali Hidup Lagi Setelah Divonis Meninggal

Seorang Perempuan Bali Hidup Lagi Setelah Divonis Meninggal

Kalian boleh percaya atau tidak. Tapi perempuan Bali ini dikabarkan hidup lagi setelah dianggap meninggal oleh orang disekitarnya. Perempuan ini bernama  Ni Wayan Norti, yang berumur 37 tahun. Ia berasal dari Desa Pakraman Pau, Bali.

Kejadian bermula pada hari Senin 12 Maret 2018. Di hari itu Ni Wayan Norti bersama suami, Nyoman Sutiasa, tengah mengikuti ritual Melasti sebgagai rangkaian Nyepi Tahun Baru Saka 1940. Ritual tersebut adalah berjalan kaki dari dari Desa Pakraman Pau menuju Pantai Watu Klotok di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung.

Selama mengikuti prosesi ini, Ni Wayan Norti sempat mengalami kesurupan. Namun dapat ditangani hingga berakhirnya proses Melasti atau sekitar pukul 15.00 Wita. Melihat situasi ini I Nyoman Sutiasa lalu memutuskan untuk mengajak istrinya ke rumah kosnya di Denpasar.

Namun kesokan harinya, Selasa pagi 13 Maret 2018, Wayan Norti tiba-tiba lemas. Saat dicek sang suami, ternyata tidak ada napas dan denyut nadi. "Kemarin saya sempat bertemu, dan dia terlihat segar. Tapi tadi Selasa (13/3) sekitar pukul 10.00 Wita, kami menerima informasi melalui telepon dari  I Nyoman Sutiasa jika istrinya meninggal dunia. Ia juga minta izin akan membawa jenazah istrinya pulang ke kampung, dengan menggunakan mobil pribadinya," ujar I Wayan Ardana Ariasa, Kepala Dusun Desa Pau ketika dihubungi wartawan Tribun Bali.

Wayan Norti yang divonis meninggal akhirnya dibawa suami kembali pulang ke rumah duka di Desa Pakraman Cau. Nyoman Sutiasa lantas bergegas membawa istrinya untuk mendapatkan upacara pemakaman. Namun pihak adat meminta keluarga untuk menunda pemakaman hingga selesai upacara Nyepi. Karena pemuka adat sedang sibuk mengatur upacara.

"Kami cegat agar tidak keburu jenazahnya sampai ke kampung. Rencananya, kami minta nanti jenazah agar dititipkan di rumah sakit," ungkap Ardana Ariasa.

Penundaan ini cukup unik, mengingat Nyoman sudah terlanjur mambawa sang istri di dalam kendaraan menuju kampung. Ardana Ariasa dan pihak keluarga Norti bergegas mencegat I Nyoman Sutiasa di beberapa titik, yakni di perempatan Desa Takmung dan pertigaan Takmung. Ketika itu, posisi jenazah Wayan Norti diikat di jok bagian depan mobil dalam posisi kursi direbahkan ke belakang.

Nyoman Sutiasa ngotot untuk membawa sang istri ke rumah duka. Pihak desa tak kuasa menolak. Maka, mereka mengikuti jenazah Wayan Norti sampai ke rumah duka di Desa Pakraman Cau, Selasa siang pukul 13.00 Wita.

Saat itu, sejumlah krama dan keluarga duka sudah menunggu di depan rumah. Bahkan, ada yang menangis histeris menunggu kehadiran jenazah Wayan Norti. Ketika jenazah mulai diangkat dari kendaraan keanehan barulah terjadi.

“Pas saya pegang jenazah saat diturunkan dari mobil, tangannya terasa dingin. Tapi aneh, tak berselang lama, malah hidup kembali,” cerita Kadus Wayan Ardana. Wayan Norti tiba-tiba mampu bergerak lagi. Ia akhirnya diajak masuk ke pekarangan rumah keluarganya di Desa Pakraman Pau. Sedangkan pihak keluarga mengahturkan banten Pejati dan Tulung Urip.

Untuk memastikan kondisi kesehatan Wayan Norti, pihak keluarga pun menghubungi petugas Puskesmas Banjarangkan. Namun, saat petugas medis dari Puskesamas Banjarangkan tiba, Wayan Norti sudah dalam kondisi kerasukan. Yang bersangkutan juga tidak berkenan diperiksa petugas medis.

Setelah mengalami peristiwa aneh itu, pihak keluarga lalu menggelar ritual di Pura Pejenengan Sakti. Beberapa kerabat dan Ni Wayan Norti sempat kesurupan di pura tersebut. Bahkan, situasi heboh ketika Ni Wayan Norti berlari dari pura menuju kediamannya untuk memanggil kedua putrinya.

"Karena mengalami peristiwa seperti itu, rencananya Ni Wayan Norti akan melaksanakan ritual mediksa," ungkap Ardana. Menurut beberapa warga dan kerabat, Norti menerima pawisik atau suara gaib untuk menjalani kehidupan sebagai seorang dwijati (orang suci) dengan gelar Sri Mpu Basuki Bian Ratu Sakti. Pihak keluarga pun menyanggupi melaksanakan proses diksa/medwijati terhadap Ni Wayan Norti.

Entah dari Wayan Norti sendiri atau bukan, ia minta diiringi ke Pura Pajenengahan Sakti untuk dilaksanakan upacara Madiksa menjadi Sulinggih. Sulinggih adalah orang yang telah mendapatkan penyucian melalui upacara yang disebut madiksa. Seorang walaka yang telah didiksa mendapatkan kedudukan sebagai sulinggih atau sadhaka.

Sulinggih berasal dari kata Su artinya utama/mulia, linggih berarti kedudukan. Sulinggih artinya mendapat kedudukan yang utama/mulia di masyarakat. Mendapatkan kedudukan tinggi karena beliau telah mencapai kesucian lahir batin dalam tingkatan dwijati. Dwijati artinya lahir dua kali. Lahir pertama adalah dari rahim ibu. Lahir kedua adalah lahir dari weda. Lahir kedua, sebagai manusia suci tanpa cacat/cela.

Kadus Wayan Ardana mengatakan, untuk Griya (kediaman) setelah Wauyan Norti menjadi sulinggih nanti, akan didirikan lahan miliknya seluas 22 are di kawasan Subak Njung, Banjar Pau, Desa Tihingan.

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"