Kisah Horor Kerasukan Jin Kuntilanak Merah (Final)~

Kisah Horor Kerasukan Jin Kuntilanak Merah (Final)~

Setelah memberontak dari para jin dari atas langit tiba-tiba ada sinar yang menyadarkan, dan kisah kerasukan jin kuntilanak merah berlanjut.

Bagian sebelumnya... Part 1

Kita lanjutkan kisah kerasukan jin kuntilanak merah ke adegan selanjutnya, bagaimana nasibnya? Kita simak aja deh ceritanya.

Aku dikelilingi perawat rumah sakit yang menungguku untuk sadar. Tepat di luar kamar aku melihat adadokter sedang mengobrol dengan pamanku. Aku berusaha memanggil paman, tapi mulutku terasa sakit sekali.

Di rumah sakit (paranormal-witness.fandom.com)

Ternyata ada 4 jahitan di bibir bawahku, dan tidak hanya itu, bahu kiriku juga Iuka dan perih, jidatku benjol dan berdarah sampai diperban akibat kerasukan jin itu.

Karena kecelakaan ini, aku terpaksa kembali lagi ke rumah saudara di Bangkalan sampai aku cukup kuat untuk kembali di Balikpapan. 

ketika tiba di rumah saudara, sudah ada kakak menantiku. Masih di hari yang sama, sore harinya, menurut keluargaku aku bertingkah aneh. Katanya aku jadi diam terus dan terlihat banyak merenung dengan tatapan kosong.

Tadinya keluargaku mengira karena bibirku dijahit aku jadi pendiam, tapi mereka langsung merasakan ada yang tidak beres ketika malam harinya, mereka menemukanku sedang tertawa melengking keras di kamar. 

Jujur aku tidak ingat apa yang terjadi kepadaku waktu itu, tapi menurut keluargaku, aku kemasukan.

Dan masih di malam itu juga, keluargaku memanggil om Ari, kerabatku yang tinggal di Surabaya, karena kebetulan om Ari mempunyai 'kelebihan.' 

Persis sebelum tengah malam om Ari tiba dan langsung menghampiriku. Setelah melihat mataku, om Ari mulai berbicara: 

Kuntilanak merah (kaskus.co.id)

Om Ari: Siapa kamu? Kenapa kamu ikut ke sini? Mau apa sama keponakanku? (Ternyata aku kerasukan jin)

Aku: "hihihi.. Hihihi.... Hihihi"

Om Ari: Dari mana kamu? 

Aku: "mengqeram dån melotot tajam," aku nggak suka kamu di sini! 

Om ari: "memejamkan mata sambi membaca ayat suci" Kuntilanak merah. Sekarang kamu mau pergi sendiri, atau saya usir paksa? 

Aku: Hihihil... Hihihi"

Om Ari melanjutkan pembacaan doa dan ayat-ayat suci sambil memegang jempol kakiku, lalu aku menggeram, memberontak dan berteriak "ngapain kamu? Diam kamu, diam!" 

Sebenarnya prosesnya cukup lama karena, tapi karena aku kurang tahu detilnya, hanya inilah yang bisa aku ceritakan. Katanya setelah beberapa jam didoakan om Ari dan keluargaku, sosok tersebut berhasil dikeluarkan.

Aku berkeringat sangat banyak sehingga seluruh tubuhku basah hampir seperti mandi. Besok paginya. baju ketikå jatuh dibawa oleh paman untuk dibuang di lokasi tempat aku terjatuh. 

Katanya hal itu dilakukan untuk mencegah si makhluk jahat agar tidak Iagi mengikutiku. Kata Om Ari, makhluk itu mengikutiku persis ketika aku menunjuk ke arah rumah yang kosong.

Kuntilanak merah (Boombastis.com)

Ditambah Iagi, aku sedang haid. Om Ari bilang, kuntilanak paling senang dengan wanita yang sedang arena iihéreka bisa al mencium bau anyir darahnya.

Selama beberapa hari aku hanya bisa makan bubur karena Iuka jahitan bibirku benar-benar menyiksa. Akhirnya setelah keadaanku sudah kuat untuk pulang, aku dan kakakku kembali ke Balikpapan.

Pengalaman ini membuatku trauma dengan hutan, rumah kosong dan hal gaib. Aku juga merasa ada semacam efek samping dari kejadian tersebut. 

Aku tidak tahu bagaimana atau kenapa, tapi inderaku menjadi lebih tajam semenjak itu. Aku jadi bisa merasakan dan kadang melihat hal tak kasat mata, iampai sekarang. Saran dari om Ari hanya satu, pertebal Iman dan dekatkan diri dengan yang Maha Kuasa."

Kisah Horor Kerasukan Jin Kuntilanak Merah Tamat....

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"