Kisah Bocah Pemberani, Baru Kelas 2 SD Sudah Naik KRL Sendirian

Kisah Bocah Pemberani, Baru Kelas 2 SD Sudah Naik KRL Sendirian

Alviansyah memang seorang anak biasa, namun kisahnya lah yang membuat dirinya jadi luar biasa. Dikatakan luar biasa karena keberaniannya menempuh perjalanan jauh seorang diri hanya untuk berangkat sekolah.

Alvin duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD) Negeri Kebon Kacang 02 Petang, Jakarta Pusat. Untuk berangkat ke sekolahnya, dia menumpang KRL berbekal uang Rp 4.000 dari rumahnya yang berada di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ibunya, Lasmawati (38) menuturkan bahwa anak keduaya ini tidak pernah meminta uang lebih kecuali untuk ongkos KRL itu. Alvin, tambahnya, biasa berjalan kaki selama 30 menit menuju Stasiun Parung Panjang.

Di perjalanan, Alvin juga sering mendapat bantuan dari penumpang lain, baik itu uang atau diantar pulang ke rumah. Lasma juga sering khawatir karena Alvin selalu tiba di rumah sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun Alvin berbeda dari bocah seusianya, dia mengaku tak pernah takut atau lelah. Sebab, Alvin sudah melakukan perjalanannya sendiri ke sekolah selama tujuh bulan terakhir.

Ketika Alvin diberi uang oleh orang, ia lebih memilih untuk memberikannya pada ayah-ibunya ketimbang untuk jajan. Alvin bilang uangnya lebih baik untuk membeli beras.

Mulanya, ayah Alvin bekerja serabutan sebagai supir, bahkan pernah tak bekerja selama berbulan-bulan. Kondisi itu memaksa mereka sekeluarga pindah ke Parung Panjang.

Keadaannya kini berbeda. Mereka kini tinggal di Rumah Susun Bendungan Hilir 2, Jakarta Pusat. Unit rusun itu mereka dapat dari Yayasan Cinta NKRI. Tak hanya itu, ayah Alvin diberikan sepeda motor agar bisa bekerja sebagai pengendara ojek daring, sedangkan ibunya dibantu membuka warung camilan di rusunnya.

Semua ini juga berkat kegigihan Alvin yang berbakti pada kedua orang tuanya, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"