Lauren Harkins (instagram)
Ia juga sering disalahpahami sebagai sosok religius yang menunggu pernikahan. Anggapan itu ia bantah. Lauren mengaku sebagai pribadi yang spiritual, namun tidak terikat pada konsep pernikahan tradisional.
Baginya, yang terpenting adalah hubungan jangka panjang yang sehat, selaras, dan penuh komitmen, bukan sekadar ikatan formal atau tradisi belaka. Ia menempatkan dirinya di antara nilai tradisional dan budaya hubungan kasual, dan merasa nyaman berada di posisi tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Lauren mulai membuka diri terhadap kemungkinan romansa. Ia merasa belum siap menjalaninya saat remaja hingga usia 20-an, sehingga tak melihat alasan untuk memaksakan diri.
Lauren menegaskan bahwa dirinya menunggu koneksi yang tepat, bukan sekadar menerima siapa pun yang datang lebih dulu. Ia menolak menjalin hubungan karena rasa takut atau tekanan usia, dan memilih melangkah sesuai ritmenya sendiri.
Melalui unggahan di Instagram dan TikTok, kisah Lauren telah menjangkau jutaan penonton dan memicu ratusan pesan dari orang-orang dengan pengalaman serupa. Ia berharap ceritanya dapat membantu mengikis stigma yang ada.
Lauren pun menegaskan bahwa dirinya sehat secara mental dan sosial. Menjadi late bloomer, menurutnya, bukanlah tanda ada yang salah dengan dirinya.
