Krim Pencerah Wajah Bikin Perempuan Ini Hampir Lumpuh Permanen, Ngeri Banget

Krim Pencerah Wajah Bikin Perempuan Ini Hampir Lumpuh Permanen, Ngeri Banget

Memiliki kulit cerah merupakan dambaan sebagian besar perempuan. Apalagi bagian wajah. Duh, perawatannya bisa lebih ribet dari bagian tubuh lain. Gak cuma sekadar pake krim pencerah wajah. Bisa seabrek produk skincare dengan harga yang aduhai.

Tapi ya namanya wanita, selama kulit wajah cerah merona apapun boleh.  Contohnya perempuan ini. Karena pakai krim pencerah kulit abal-abal, wajahnya hampir lumpuh permanen.

Krim wajah mengandung merkuri (elfcosmetics.co.uk)

Wanita ini keracunan zat berbahaya dari krim pencerah wajah dari Meksiko. Ngeri kan gengs akibatnya? Kamu harus bener-bener selektif ya kalau pakai krim pencerah kulit dan skincare apapun.

Wanita asal Sacramento, California ini sampek koma karena menggunakan krim pencerah wajah loh. Produk yang dia gunakan selama 7 tahun mengandung methylmercury. Bahan ini termasuk zat merkuri berbahaya dan karsinogenik buat manusia gengs.

Setelah diperiksa, kandungan methylmercury melebihi batas yang direkomendasikan FDA, sebesar 1,2 persen. Padahal menjual krim wajah dengan kandungan methylmercury lebih dari 1 ppm ilegal di Amerika Serikat.

Wajah bisa lumpuh karena merkuri (getwallpapers.com)

Wanita ini merasakan sakit yang menusuk dan lengan yang melemah. Awalnya dokter belum menemukan penyebabnya. Dua minggu kemudian dia memeriksakan diri lagi karena pandangan kabur dan sulit bicara.

Akhirnya perempuan ini dirujuk ke rumah sakit di University of California - San Francisco (UCSF). Dr. Paul Blanc dari Divisi California Poison Control System UCSF mengatakan kalau wanita ini mengalami keracunan methylmercury.

Setelah 7 tahun pemakaian dua kali sehari, kadar methylmercury di dalam tubuhnya sangat tinggi. Methylmercury bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat permanen. Bahkan bisa lebih parah ketika berhenti menggunakan produknya. Ngeri banget ya.

"Keracunan pada sistem saraf pusat, seperti yang terjadi pada kasus ini, biasanya terjadi beberapa minggu hingga berbulan-bulan setelah dia terpapar. Begitu terpapar akan dengan cepat menyerang sistem dan sering kali gejalanya menjadi lebih buruk meskipun sudah dibuang," jelas Dr. Paul, dikutip dari Wolipop.detik.com.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"