Kisah Mahasiswa Hampir Jadi Tumbal Pesugihan Ibu Kos, Tiap Malem Denger Suara Gamelan

Kisah Mahasiswa Hampir Jadi Tumbal Pesugihan Ibu Kos, Tiap Malem Denger Suara Gamelan
Ilustrasi ibu Nita (pinterest.com)

"Rumahnya besar dan bagus ya Ren," ucap Dian.

Mereka disambut sama ibu Nita, pemilik kosan. Setelah bekenalan sebentar, Dian diajak keliling kosan dan melihat kamar. Sebenarnya desain rumah itu bukan kayak kosan biasa. Tapi rumah lantai dua dengan beberapa kamar yang bisa disewa.

Dian dapet kamar di lantai dua dekat dengan kamar ibu Nita.

"Kamu yakin mau kos di sini?" tanya Reni.

"Yakin kok, fasilitasnya lengkap dan kamarnya gede. Terus yang paling penting harganya murah loh," ucap Dian.

"Aku merasa gak nyaman. Suasana rumahnya suram loh. Kamu gak serem apa?" kata Reni.

"Udah lah, santai. Besok bantuin pindahan ya" ucap Dian.

######

Keesokan harinya, Dian langsung pindah dibantu Reni. Barangnya yang gak banyak, bikin acara pindahan berlangusng singkat.

Sebulan ngekos, Dian merasa nyaman dan betah. Ibu Nita orangnya baik banget. Dia sering kasih makan dan jajanan buat Dian. Tapi sayangnya, Dian jarang banget ketemu Nuri. Dia tidur di kamar belakang dan jarang papasan.

Ilustrasi gamelan (wqxr.com)

Sebenarnya ada hal aneh yang dirasakan Dian. Semenjak ngekos, dia sering banget mendengar kidung Jawa tiap malam. Awalnya sih biasa aja, karena Ibu Nita emang kayak masih kejawen banget gitu. Tapi lama-lama Dian merasa aneh, ada rasa takut yang menghampirinya.

Suatu Hari, Dian merasa gak enak badan. Dia muntah seharian dan gak nafsu makan. Dia merasa mual dan sangat pusing. Keadaan ini dia rasakan selama dua hari. Ibu Nita sempat membuatkannya makanan dan jamu.

Hari ketiga, Ibu Nita membawakannya sup ayam hangat. Dian memakannya dengan lahap. Tapi dia kaget karena lihat belatung di sopnya. Saking kagetnya Dian melempar mangkuk yang dia pegang.

Setelah mengamati sop yang tumpah, ternyata gak ada apa-apanya.

"Ada apa Nak," kata Ibu Nita langsung datang.

"Ah, gak apa-apa Bu, salah lihat aja tadi," ucap Dian.

Ibu Nita lantas membersihkan lantai.

"Ya sudah, kamu tidur aja dulu," ucapnya.

Seteah Ibu Nita mengucapkan itu, Dian langsung merasa sangat mengantuk. Dia terbangun ketika hari sudah gelap. kayak ada yang membangunkan tidurlelapnya.

Sayup terdengar gamelan yang berasal dari kamar ibu Nita. Rasa penasaran bikin Dian berusaha bangun dan berjalan ke arah kamar.

Sesampainya di depan pintu yang sedikit terbuka, Dian melihat ibu Nita bersenandung diiringi gamelan. Tapi betapa kagetnya Dian karena gamelannya gak ada yang memainkan, tapi bergerak sendiri.

Tiba-tiba ada seorang nenek di belakang Dian. Entah muncul dari mana dan Dian gak pernah melihatnya sebelumnya.

"Pergilah nak, kamu mau dijadikan tumbal pesugihan. Cepat...cepat keluar dari rumah ini," ucap nenek itu.

Dian gak bisa berfikir jernih lagi, meski masih pusing dan lemes dia berlari ke luar. Gak tahu mau ke mana pokoknya keluar dulu.

Dia menghubungi Reni, minta buat dijemput. Dian menceritakan semuanya sama Reni. Kebetulan Reni punya paman orang pintar. Setelah dicek, ternyata Dian emang mau dijadikan tumbal dan dibuat sakit.

Malam itu, kalau dia gak kabur, Dian bakalan dijemput sama makhluk halus yang bersekutu dengan Ibu Nita.

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh gak ada yang disengaja ya gengs. Semoga terhibur.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"