Dulunya Kantor Pajak, Bangunan Ini Jadi Tempat Angker di Jakarta

Dulunya Kantor Pajak, Bangunan Ini Jadi Tempat Angker di Jakarta

Sebuah bangunan tua masih berdiri kokoh di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Bangunan tersebut dulunya dipergunakan sebagai kantor pajak pada zaman kolonial Belanda. Terakhir kalinya bangunan itu digunakan pada tahun 2007. Kemudian sudah 15 tahun terbengkalai dan jadi salah satu tempat angker di Jakarta.

Melansir dari channel YouTube Ekomando Channel, Rhida Nara yang merupakan seorang yang bisa melihat makhluk halus melakukan penelusuran di tempat tersebut. Ia mengajak artis Angela Lee untuk berinteraksi dengan makhluk halus penunggu bangunan tua itu. Konon beberapa hantu menghuni tempat ini.

Seperti arwah orang Belanda seperti pria Belanda dan wanita Belanda. Ada juga genderuwo hingga kuntilanak. Menurut penuturan warga sekitar bernama Zainudin, keangkeran bangunan bekas kantor pajak sudah diketahui oleh warga sekitar. Warga pun tidak mau mencoba masuk ke bangunan itu.

Bangunan Angker Bekas Kantor Pajak (YouTube Ekomando Channel)

“Kalau orang yang lewat suka melihat ada genderuwo dan orang-orang Belanda zaman dulu lagi kumpul,” ujar Zainudin. Zainudin menambahkan bahkan pernah ada seseorang yang sengaja datang ke bekas kantor pajak ini hanya untuk mendapatkan wangsit karena memasang pada nomor togel.

Kedatangan orang untuk hal-hal yang tidak baik membuat penghuni bangunan jadi murka dan mengusir orang itu. “Pernah juga ada orang lagi duduk di depan bangunan ini, terus tiba-tiba lari ketakutan mungkin melihat sesuatu dari dalam,” kata Zainudin.

Ridha pun mengajak Angela Lee untuk melakukan penelusuran masuk ke dalam bangunan. Ridha menangkap aktivitas gaib di dalam bangunan. Dia melihat penampakan genderuwo. Lalu tak sengaja melihat ada hantu berwajah menyeramkan karena hancur dan rahangnya jatuh. Diduga hantu itu dulunya korban ditabrak kereta api yang relnya dekat dari lokasi. “Itu mukanya hancur banget,” papar Ridha.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"