Cerita Hantu Ekspedisi Malam Jumat Kliwon Part 3 (Diusilin Pocong)

Cerita Hantu Ekspedisi Malam Jumat Kliwon Part 3 (Diusilin Pocong)

Lanjutan cerita hantu: Ekspedisi malam Jumat kliwon. Tibalah pembicaraan dengan Ndira soal Pocong~

Di part sebelumnya cerita hantu ini sudah mulai kerasa banget keseremannya, kita lanjutin aja kuy~

"Lha itu, yang tadi bikin kita muter-muter"

gua lirik, Bekti dan Umil cukup jauh buat denger obrolan kami. Akhirnya gua tanya.

"Ndir, kamu bisa lihat begituan ta? apa cuma bikin gua jadi ketakutan"

"Loh" dia ngelihat gua curiga "Masnya bisa lihat juga kan?"

"Gua gak bisa Mbak" akhirnya gua bilang

"Lha tapi kok tadi tau, kalau ada pocong yang tak tunjuk tadi"

Gua akhirnya ngelihat dia serius "lu beneran? gak lagi bercanda kan?"

Ilustrasi hantu pocong (bookfaceku.blogspot.com)

Ndira cuma menggeleng.

"Ada berapa pocong disini?" kata gua, akhirnya nyerah.

"Gak tau mas. gak tak hitung. 40 mungakin"

Gua langsung lemes.

"Tapi mas" kata Ndira, "mata kamu loh, bercahaya. masa gak bisa lihat?" Akhirnya gua tau alasanya. 

"iya, sudah di hilangakan kok"

Akhirnya Ndira paham dari situ, gua mulai tertarik, dan kemudian tanya. "disini, cuma lu doang yang bisa lihat ya?"

Ndira cuma menggeleng, "ada 5 yang bisa mas, terhitung kamu seharusnya, tapi sekarang jadi 3 orang."

Gua coba tanya, siapa aja, tapi si Ndira gak mau ngasih tau. "Jadi, kalian sama-sama bisa tau siapa aja yang bisa lihat"

Ndira cuma mengangguk kemudian bilang "gak semuanya bisa tau, tapi yang menonjol yang bisa lihat."

Karena semakin penasaran, akhirnya gua tanya ke Ndira ada apa saja disini. Karena cerita hanytu ini makin menyeramkan~

"Disini banyak pocongnya mas, tapi ada juga mbak-mbaknya" "Mbak-mbak apa Ndir?"

"Itu di atas pohon, ada mbak-mbak yang lagi lihatin kita"

gua ngelihat ke atas dan bener saja, leher gua tiba-tiba meremang dengan sendirinya.

"Jadi mereka yang bikin kita muter-muter"

Ndira akhirnya mengangguk.

Setelah kantong kami penuh, kami pun balik ke lapangan tapi, rupanya, di lapangan gua ngelihat gelagat yang aneh.

Salah satu tenda tampak di penuhin orang-orang yang berkumpul memutari. gua pun ikut lihat apa yang terjadi.

Rupanya, salah satu pengawas cewek, di pegangi oleh pengawas lain. matanya melotot melihat semua orang yang ada disini.

Gua ngelirik ke Ndira kemudian ngomong pelan. "lu bilang ada 5 orang termasuk gua, seharusnya jadi 4 kan, kok bisa lu ngomong jadi 3"

Ndira akhirnya ngomong "yang satu lagi, udah di rasuki soalnya"

Gua kaget. dengan jarak sejauh itu, bagaimana mungakin Ndira bisa tau akan hal ini. bisa di bilang keadaan waktu itu udah gak terkendali, hampir semua pengawas sibuk buat nahan cewek yang gua tau kating gua dari fakultas Ekonomi. 

Gua inget dia juga dulu yang jadi pengawas waktu ospek, yang buat gua bingung, badan cewek sekecil itu, bisa buat 5 cowok nahan bareng-bareng.

Kemudian, sebegitu gak terkendalinya keadaan waktu itu, akhirnya gua inisiatif buat bantu, di situ, waktu pegang tanganya, gua kaget, badanya dingin banget, gak cuma itu, tatapan cewek itu ngelihatin gua seolah-olah gua ini yang dia cari, dia nyengir dan bikin gua merinding.

Ndira ngedeketin gua, "Mas, gua lupa. hari ini jumat kliwon bukan sih?"

"Lah" kata gua, "bukanya lu udah tau, kita kesini pas jumat kliwon"



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"