Siapa Wanita yang Labrak Rocky Gerung di Kantor Polisi? Identitasnya Terungkap

Siapa Wanita yang Labrak Rocky Gerung di Kantor Polisi? Identitasnya Terungkap

Viral video seorang wanita labrak Rocky Gerung di Mabes Polri pada Rabu (6/9) lalu. Dengan gagah berani, wanita tersebut tak hanya melabarak Rocky tapi juga mendorongnya hingga membuat sejumlah orang mencoba melerainya. Lalu siapa sebenarnya sosok wanita berkacamata hitam itu?

Wanita tersebut bernama Noviana Kurniati. Dia adalah kader dari PDI Perjuangan. Noviana tercatat menjadi calong anggota legislatif atau caleg dari PDI Perjuangan di daerah Cianjur, Jawa Barat.  Aksi labrak Noviana sepertinya menyangkut pribadi bukan atas nama partai. 

Setelah peristiwa itu viral dikabarkan Noviana akan diperiksa oleh DPC PDIP Cianjur untuk dimintai keterangan terkait aksinya tersebut. Diduga Noviana tidak terima dan keberatan dengan pernyataan Rocky yang kerap melontarkan komentar negatif dan tendensius kepada Presiden Jokowi.

Identitas Wanita yang Labrak Rocky Gerung (Serambinews.com)

Dalam video yang tersebar, Noviana tidak sendiri menjalankan aksinya labrak Rocky Gerung. Noviana bersama beberapa rekannya menunggu Rocky di pintu keluar. Siang itu Rocky baru saja diperiksa penyidik dalam kasus dugaan penghinaan kepada Presiden Jokowi dengan kata “bajingan” dan tolol”.

Awalnya Noviana menghampiri Rocky dengan ramah. “Halo apa kabar? Gimana pertanggung jawabannya?,” tanya Noviana. Barulah dia langsung mengutarakan kalimat-kalimat bernada tinggi kepada Rocky. “Anda sebagai warga negara sadar yang dilakukan untuk bangsa ini? Anda memecah bangsa ini,” tegas Noviana.

Bahkan Noviana sempat mendorong Rocky. Rocky memilih senyum dan tidak banyak merespon wanita itu. “Jangan dorong dong,” kata seorang di sebelah Rocky. Rocky mengaku sudah memberikan keterangan kepada polisi terkait pernyataannya tersebut. “Anda memecah belah bangsa, narasi anda menggiring opini,” tambah Noviana.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"