Ridwan Kamil dan Gibran Rakabuming “Damaikan” Orang Jawa dan Orang Sunda, Begini Cara yang Dilakukannya

Ridwan Kamil dan Gibran Rakabuming “Damaikan” Orang Jawa dan Orang Sunda, Begini Cara yang Dilakukannya

Mitos masa lalu dimana orang Jawa dan orang Sunda tidak akur coba dipatahkan pada zaman modern seperti sekarang. Hal itu pun dilakukan oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat dan Gibran Rakabuming, Wali Kota Solo, Jawa Tengah.

Saat Emil, sapaan Ridwan mendatangi Solo bertemu Gibran, keduanya membahas rencana untuk “perdamaian” orang Jawa dengan orang Sunda. Di Solo dan Jawa Barat akan muncul nama jalan yang identik dengan nama Jawa Tengah dan Jawa Barat. 

Rencananya di Solo akan ada jalan Siliwangi sementara di Jawa Barat akan muncul jalan Surakarta. Tentunya penamaan jalan tersebut untuk menjauhkan mitos Perang Bubat yang selama ini melatarbelakangi keyakinan orang Jawa yang tidak bisa akur dengan orang Sunda.Diharapkan ke depannya masyarakat Jawa dengan Sunda punya hubungan makin baik.

Ridwan Kamil dan Gibran Rakabuming “Damaikan” Orang Jawa dan Orang Sunda, Begini Cara yang Dilakukannya (iNews Jateng)

Soal perseteruan orang Jawa dengan orang Sunda juga pernah dimunculkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sri Sultan Hamengku Bowono X memberikan tanggapan perihal mitos yang berkembang di kalangan masyarakat di Indonesia jika orang Jawa tidak boleh menikah dengan orang Sunda. Ternyata fakta dalam sejarah Indonesia pada masa lalu menjadi jawabannya.

Larangan pernikahan orang Jawa dengan orang Sunda dilandasi dengan peristiwa perang bubat yang terjadi antara Majapahit dan Sunda. Dalam perang itu Panglima Besar Majapahit, Gadjah Mada membunuh Raja Sunda dan Putri Kerajaan Sunda. Konflik tersebut membuat dua suku Jawa dan Sunda tidak bisa bersatu.

Dilansir dari Kumparan, Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan mengatakan bahwa pandangan dua suku itu karena propaganda Belanda untuk menggagalkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang berlangsung di Jakarta. Belanda selama ini dikenal sebagai pihak yang gemar melakukan politik adu domba atau devide et impera.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"