Menurut ibu suporter itu, anaknya tidak melakukan kerusuhan sama sekali, hanya sedang berjalan namun tiba-tiba ditendang. “Saya nggak terima tapi sudah saya maafkan,” kata ibu suporter itu yang berbicara dalam bahasa Jawa.
Memang dalam video yang viral, dua kali oknum TNI itu melakukan tendangan kepada dua suporter Arema FC yang berbeda. Kejadian itu memang sangat disayangkan oleh banyak pihak, bukannya melindungi masyarakat namun TNI malah diduga terkesan arogan dan sangat kasar kepada rakyat Indonesia.