"Yang ingin saya katakan adalah kalian bebas berekspresi di dalam lingkungan budayamu, dan kamu juga bisa setara di tengah budayamu," kata Malala yang pada usia 17 tahun menjadi penerima termuda Nobel Peace Prize.
Pada Oktober 2012, Malala pun menjadi sorotan publik setelah ia ditembak oleh pasukan Taliban karena vokal menyuarakan pendidikan untuk anak-anak perempuan di Pakistan.
Saat itu ia masih berusia 15 tahun dan terluka di bagian kepala. Untungnya, nyawa Malala masih bisa diselamatkan. Setelah kondisinya membaik, ia pun mendapatkan perawatan intens di Queen Elizabeth Hospital, Inggris.
Dan tahun lalu, Malala telah menyelesaikan pendidikannya di jurusan politik, ekonomi dan filsafat di Oxford University. Akhir-akhir ini ia pun tengah disibukkan dengan persiapan film dokumenter tentang pendidikan bersama Apple TV yang dikabarkan mencapai jutaan dollar AS.
"Aku mau program ini menghibur dan sesuatu yang pasti aku ingin saksikan," katanya.