Zona Waktu Teraneh di Dunia Ada di Beberapa Lokasi Ini

Zona Waktu Teraneh di Dunia Ada di Beberapa Lokasi Ini

Kalian pasti sudah mengenal fakta bahwa Indonesia yang kita tinggali ini dibagi menjadi 3 zona waktu. Waktu Indonesia Timur (WIT), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Barat (WIB). Pembagian ini merujuk pada zona waktu dunia yang berpatok pada Greenwich Mean Time (GMT) sebagai titik 0.

Dari titik 0 ini, dunia dibagi menjadi 24 bagian sesuai dengan posisi bujur mereka. Setiap posisi bujur bergeser 15 derajat dari GMT maka standar waktu akan bertambah atau berkurang 1 Jam. Jadi semisal WIB terletak di sekitar 95-115 derajat bujur timur dari GMT, maka jika nilai tersebut dibagi 15 hasilnya kurang lebih adalah 7. Jadi WIB jika dibandingkan dengan GMT akan terletak di UTC +7. Begitu juga perhitungan untuk WITA dan WIT.

Jika kalian beranggapan bahwa semua tempat akan dihitung seperti ini, maka anggapan kalian adalah salah besar. Ternyata ada beberapa daerah di dunia ini yang tidak menghitung standar waktu mereka dengan perhitungan ini. Meskipun masih berpatokan dengan standar waktu GMT.

rovicky.wordpress.com

Agar mudah dimengerti, sebelumnya kalian harus mengetahui kenapa ada standar pembagian waktu seperti ini. Dan dasarnya sangat sederhana. Yaitu manusia perlu standarisasi waktu supaya aktivitas mereka secara sosial ekonomi dapat tersinkronisasi.

Problem awalnya adalah kemiringan rotasi bumi sejumlah 23 derajat dari porosnya. Hal ini mengakibatkan perbedaan waktu terbit matahari di Bumi belahan utara dan selatan. Padahal secara rotasi mereka berada di posisi yang sama. Untuk itu, standar waktu diciptakan.

Kembali lagi karena hal ini berhubungan dengan akativitas sosial ekonomi, maka penentuan wilayah untuk zona waktu tertentu menjadi keputusan pemerintah setempat. Hal ini nampaknya melahirkan keanehan atau keganjilan dari waktu untuk beberapada daerah.

vecteezy.com

Sebagai contoh, antara Pulau Sumatera dan Malaysia. Daratan Malaysia yang terletak di utara pulau Sumatera ternyata memiliki perbedaan waktu satu jam. Seluruh wilayah Malaysia memilik satu zona waktu yaitu UTC + 8, sesuai zona waktu Malaysia di Pulau Borneo. Jadi ketika kamu berada di Batam pukul 3 sore dan menyeberang ke Malaysia meski cuma butuh waktu 30 menit, kamu akan tiba pukul 4 lebih waktu Malaysia.

Demikian juga dengan Tiongkok. Luas negara ini secara riil dapat dibagi menjadi 5 zona waktu. Namun, mereka menetapkan satu standar waktu, yaitu waktu Beijing. Alasannya tentu agar seluruh masyarakat di Tiongkok berpatokan pada satu waktu untuk beraktivitas. 

Tentu hal ini akan menjadi absurd misalkan di Beijing orang mulai beraktivitas pukul 7 pagi, sedangkan di bagian barat seperti Xinjiang masih gelap gulita. Mereka mungkin akan mulai beraktivitas pukul 10 siang waktu Beijing.

Lebih anehnya lagi ketika kamu berjalan melewati perbatasan antara Tiongkok dengan Afghanistan. Meski kamu berjalan hanya beberapa menit, kamu harus memundurkan waktu di jam tanganmu 3,5 jam. Karena Cina menggunakan standar waktu UTC +8 sedangkan Afghanistan menetapkan standar waktunya pada posisi UTC +4,5.

Kebijakan negara terkait zona waktu bisa sangat mengacaukan persepsi penduduknya. Contohnya adalah Samoa di perairan Pasifik. Pada 2011 lalu, Pemerintah Samoa memutuskan untuk melewati tanggal 30 Desember sehingga langsung masuk tanggal 31 setelah tanggal 29. 

Alasannya, pada 1892, pemerintahan saat itu menggeser penanggalan yang ada ke arah timur agar dekat dengan Amerika Serikat secara ekonomi. Namun saat ini perekonomian mereka lebih banyak berhubungan dengan Australia dan Selandia Baru. Maka penanggalan Samoa dikembalikan ke waktu asalnya.

Pergeseran ini memunculkan situasi yang sangat aneh antara Samoa dengan Kepulauan Samoa milik Amerika Serikat. Meski hanya berseberangan, perbedaan waktu di antara mereka adalah 24 jam. Jadi ketika matahari terbit pada hari Senin di Samoa maka di seberang pulau matahari terbit untuk hari Minggu. Aneh bukan? 

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"