Vespa ini juga keliatannya lelet banget, tapi jangan salah ... bisa terbang gengs!
Maksudnya ya gak terbang beneran lah ... soalnya pengangkutan skuter-skuter yang diproduksi hingga 600 unit ini lewat udara. Jadi bisa dijatohin dari pesawat menuju medan perang. Dan tinggal langsung dioperasikan jadi kendaraan tempur deh.
Vespa TAP 150 ini bisa ditumpangi dua prajurit perang. Tapi karena sistem meriamnya gak bisa diarahin, jadi biasanya pengemudi Vespa bakal memindahkan meriam itu dari skuter.
Yang pasti, prajurit perang harus berhenti dulu pas mau nembak sasaran. Gak bisa pas lagi jalan sambil nembak. Itu mah motornya Betmen. Ini terjadi karena selongsong meriam M20 itu dipasang di atas jok.
Di medan perang, Vespa TAP 150 ini gak maksimal banget pas diterjunkan ke perang Indocina. Tapi oke banget pas perang di Aljazair. Saking tangguhnya, Vespa ini sampe disebut sebagai 'Vespa Bazoka' loh.
Vespa ini memenuhi standar NATO untuk perang. Meski begitu, Piaggio sendiri gak pengin lagi memproduksi Vespa model ini sejak tahun 1952. Enrico Piaggio menegaskan bahwa dia udah gak mau lagi berurusan sama negara dan militer.
Persis setelah perang di Aljazair dan Indocina itu, Vespa TAP 150 diberhentikan dari peredarannya.