Kecelakaan air bisa menimpa siapa saja, apalagi dengan masih buruknya sistem transportasi air di Indonesia. Siapkan benda remeh temeh ini untuk keadaan darurat.

Tragedi tenggelamnya kapal motor berpenumpang Sinar Bangun di Danau Toba sungguh merontokkan hati. Pasalnya tragedi ini bisa saja ditanggulangi jika peraturan dan regulasi ditegakkan. Ya minimal dapat diminimalisir jumlah korbannya jika kapal ini tetap harus tenggelam karena suratan takdir.

Salah satu cara untuk mengurangi dampak dari kecelakaan air adalah mentaati aturan keselamatan penumpang. Termasuk ketersediaan perlengkapan menyelamatkan diri seperti sekoci darurat dan pelampung. Keberadaan 2 hal ini yang menurut kabar tidak dipatuhi oleh pemilik kapal. Sehingga menimbulkan banyak korban.

Pemerintah serta pihak penyelenggara transportasi laut patutnya terus melakukan perbaikan mutu dari moda transportasi yang sebenarnya terkenal murah ini. Meskipun murah, tidak menjadi soal untuk menguatkan kualitas dalam hal ini keselamatan penumpang.

Namun kita sebagai penumpang atau calon penumpang tidak selamanya harus tergantung dengan mereka untuk keselamatan diri. Ada kalanya kita sendiri yang harus mengupayakan perbekalan untuk bertahan jika suatu saat terjadi bencana lagi.

Hal yang bisa kita lakukan agar tetap sedia siaga ketika menggunakan transportasi air adalah mempersiapkan perlengkapan keselamatan. Tak perlu selamanya kita harus memiliki pelampung sendiri semisal. Kita bisa memanfaatkan benda sekitar agar kita tetap mengapung di air. Benda itu adalah botol air mineral ukuran 1,5 liter.

Benar sekali, benda yang terlihat remeh temeh ini dapat menyelamatkan kita dalam kadaan darurat. Kalian bis melihat tutorial penggunaan botol air mineral sebagai pengganti pelampung di video di bawah ini.

Menarik bukan, hanya berbekal 2 botol air mineral bekas 1,5 liter ini bisa menjadi pelamping darurat. Dengan begitu nyawa kamu kemungkinan besar dapat diselamatkan oleh tim SAR saat terjadi kecelakaan air. Tetap selamat, dan selamat jalan-jalan.

Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna

Facebook Conversations