Kenapa Lokasi Bekas Kecelakaan Jadi Tempat Angker?

Kenapa Lokasi Bekas Kecelakaan Jadi Tempat Angker?

Lokasi bekas kecelakaan lalu-lintas yang menyebabkan kematian dipercaya tempat itu akan menjadi angker. Hal itu disebabkan ada kejadian kematian tidak wajar sehingga secara metafisika lokasi tersebut menjadi angker karena dipenuhi aura negatif. Tempat angker itu pun jadi mitos yang akhirnya berkembang di kalangan masyarakat sekitar.

Menurut kepercayaan juga di lokasi bekas kecelakaan tersebut konon akan dihuni arwah-arwah korban kecelakaan. Arwah-arwah itu menunjukan eksistensinya dan suka mengganggu pengendara jalan lain yang melintas. Arwah-arwah ini seperti memicu terjadinya kecelakaan sehingga ada korban jiwa yang meninggal bertambah di lokasi itu.

Di Indonesia ada beberapa jalan yang sering terjadi kecelakaan. Jalan-jalan ini juga dikenal dengan cerita angkernya. Misalnya kawasan Tanjakan Emen yang berada di Subang, Jawa Barat. Di jalan ini beberapa kecelakaan bus atau mobil kerap terjadi dan menyebabkan jatuhnya korban meninggal.

Lokasi Bekas Kecelakaan Jadi Tempat Angker (TEMPO.co)

Salah satu kecelakaan maut yang pernah terjadi di Tanjakan Emen pada 10 Februari 2018 silam sekitar pukul 17.00 WIB. Kala itu sebuah bus pariwisata melaju kencang dari arah Bandung menuju Subang. Bus itu berisi puluhan wisatawan sepulang liburan dari Tangkuban Perahu.

Kontur jalan yang menurun ditambah kondisi bus yang tidak prima menyebabkan sopir busa tidak bisa mengendalikan bus. Saat jalan menurun, bus menabrak sepeda motor dan terbalik usai menabrak tebing. Kecelakaan itu menyebabkan 27 orang meninggal dunia, salah satunya adalah pengendara sepeda motor yang ditabrak bus.

Masih di kawasan Jawa Barat, ada juga jalan Tol Cipularang yang satu Indonesia sudah tahu cerita tentang kisah seramnya dan banyak kecelakaan terjadi. Di Tol Cipularang arah Jakarta tepatnya di KM 90-100 disebut-sebut menjadi “neraka” bagi pengendara jalan karena mitosnya yang angker dan sering terjadi kecelakaan.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"