Cerita Seram Indonesia Terbaru: Misteri Bau Kentang Part 3 (Sosok Pocong)

Cerita Seram Indonesia Terbaru: Misteri Bau Kentang Part 3 (Sosok Pocong)
Ilustrasi (sistemacritico.it)

"Ji..." andra mencoba memanggil bayangan tersebut.

Namun saat dipanggil, bayangan itu langsung menghilang. Andra yang penasaran mencoba mendekati, dengan langkah terburu buru dia kesana.

Namun ternyata tidak ada siapapun, andra yang mulai tersadar bahwa itu adalah penampakan makhluk halus, dia dengan cepat membalikkan badannya dan berjalan menuju pintu keluar.

Belum sampai pintu, andra terhenti, dia mencium bau yang tidak asing.

Bau yang sama saat dia membakar tali kafan sore itu, bau kentang.

Seketika tubuh andra bergetar, badannya tak dapat digerakkan sama sekali seakan bau tersebut menghipnotis tubuhnya untuk diam.

Keringat mengucur, kaos yang dia pakai perlahan basah.

Lalu ada suara yang memanggilnya, suara yang andra kenal, suara salah satu temannya.

"Kinan...iya itu suara kinan!" Ucap andra dalam hatinya.

"Andra...draa..." suara kinan terdengar lirih.

Andra menoleh secara perlahan, andra pun sebenarnya tidak terlalu yakin kalau suara itu benar suara kinan. Namun jiwa penasaran andra begitu besar hingga memaksa untuk melihat.

Saat menoleh ternyata tidak ada siapapun, andra heran karena dia yakin suara itu berasal dari belakangnya.

Saat kembali menoleh ke depan, dia terkejut, jantungnya seakan berhenti berdetak, badannya bergetar sangat hebat.

Sesosok pocong dengan wajah yang hitam tanpa mata dan bagian dalam mulutnya terlihat oleh andra, sangat jelas hingga membuat andra berteriak sekencang kencangnya.

Tubuhnya tetap tidak dapat bergerak, dia ingin kabur namun usahanya sia sia. Andra merasakan tubuhnya lemas, tenaganya hilang saat melihat pocong tersebut namun entah mengapa seperti ada yang menahannya.

Hampir 1 menit sosok tersebut berada didepan andra dengan kondisi melayang dan diam.

Sosok tersebut terlihat seolah marah, seperti ada hal yang tidak disukai oleh sosok tersebut dan berniat membalaskan dendamnya.

Tubuh yang transparan membuat andra dapat melihat benda yang berada dibelakang pocong tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, andra sudah pasrah, dia tidak tahu harus bagaimana. Dia ingin rasanya pingsan dan memejamkan matanya namun sosok tersebut seperti tidak mengizinkannya.

Sosok itu ingin andra melihatnya, dengan jelas. Akhirnya pocong tersebut perlahan menghilang, tepat didepan mata andra.

Sesudah pergi, tubuhnya dapat digerakkan, dia terhuyung dan terjatuh diatas lantai pondok tersebut. Penglihatannya memudar lalu menjadi gelap, andra pingsan tidak sadarkan diri.

Di dalam pingsan tersebut andra seperti bermimpi kembali dan yang aneh adalah mimpi tersebut sama dengan kejadian sebelum andra pingsan.

Kejadian yang sama, melihat sosok yang sama dan pingsan ditempat yang sama pula.

Dia merasa seperti dipermainkan oleh sosok pocong tersebut, hingga akhirnya dalam satu momen andra tersadar kembali dari pingsannya, ada suara yang memanggil andra.

"Draaa...tolong aku..." andra tidak mengenal suara tersebut, namun terdengar seperti kesakitan.

Saat mendengar suara tersebut andra masih dalam keadaan mata tertutup, dia seakan tidak mempunyai keberanian untuk membuka matanya.

Andra mencoba membaca doa didalam hatinya, namun sulit sekali rasanya, dia merasa tidak mengingat apapun.

Sampai akhirnya ada suara yang membuat andra terdiam kembali, tubuhnya bergetar kencang, dia memaksa memejamkan matanya dengan keras.

"Sreeeekkk...sreekkkk...sreekkkk"

Suara itu berasal dari belakang tubuhnya, seakan mencoba mendekat. Setelah suara tersebut menghilang, muncul kembali bau yang andra takuti, bau kentang yang kini bercampur dengan bau anyir, saat itu juga andra panik dan langsung membuka matanya.

Namun saat matanya terbuka, dia melihat kain yang lusuh tepat berada di depan wajahnya.

Andra terdiam, pikirannya kacau. Matanya perlahan mengikuti alur kain lusuh tersebut yang menjulur keatas, namun saat mencapai tengah, andra sadar. Wah cerita seram Indonesia terbaru makin ngeri aja tuh~

Itu bukanlah kain biasa namun sosok pocong yang membuatnya pingsan, kali ini tanpa pikir panjang andra bangkit dan berlari melewati sosok itu.

Dia berlari tanpa henti, tak terasa air matanya jatuh dan membasahi wajahnya.

Andra masuk ke dalam villa dan masuk ke dalam kamarnya, dia tidak tahu kemana teman temannya pergi, dia tidak perduli, dia hanya memikirkan bagaimana caranya lari dari sosok pocong tersebut.

Sesampainya dikamar, andra berlindung dibalik selimutnya.

Dia memejamkan matanya namun kali ini sulit, dia kembali pasrah dan menangis sejadi jadinya.

"Maa...aahh, tolo...oongg akuuu" ucap andra dengan terbata bata. Tiba tiba ada bunyi hentakan dari arah pintu kamarnya

"BRAAAAKKKKKKK..."

Andra mendengar suara itu terkejut, jantungnya makin berdetak sangat kencang. Rasanya dia ingin kembali pingsan namun tidak bisa.

Setelah suara hentakan itu, ada suara tangisan dari arah luar kamar andra.

"Kinan..." ucap andra dalam hatinya

Suara tangisan itu sangat mirip dengan kinan, namun kali ini andra tidak ingin tertipu seperti sebelumnya.

Andra tetap diam dibawah selimut, dia berharap ini semua segera berakhir.

Dia tidak dapat membedakan apakah sedang bermimpi atau nyata, dia mencoba menggigit tangannya dan terasa rasa sakit.

Sosok tersebut membuat mimpi andra seperti kenyataan, hal tersebut hampir membuat andra gila.

Sesaat suasana hening, tidak ada suara sedikitpun dari arah luar kamarnya. Tangis andra pun perlahan terhenti, getaran tubuhnya pun begitu.

Andra ingin membuka selimutnya namun keberaniannya tidaklah cukup, dia tetap bertahan walau rasa panas dirasakan tubuhnya.

Kembali bau kentang dan anyir melewati penciuman andra.

Dia lun makin menguatkan pegangan dan menarik selimutnya kencang kencang, pikirnya agar sosok tersebut tidak dapat menarik selimutnya.

Matanya memejam kembali, dalam pikirnya hanya terbesit kata kata.

"Ayo pingsan...ayo pingsan...aku mohon pingsan..." ucap andra dalam pikirannya

Namun tetap saja dia tidak bisa melakukannya, rasa ingin pingsan yang besar sepertinya tidak dapat membantu.

Andra tidak lagi mencium bau kentang itu, dia mencoba membuka matanya perlahan

"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak andra sangat keras

Sosok tersebut berada didalam selimut bersama andra dan persis tepat didepan wajahnya berjarak sekitar 20 cm saja.

Bau busuk dan bau darah tercium oleh andra, wajah yang hitam keriput dengan beberapa bagian tulang terlihat oleh andra.

Andra tidak dapat berkedip, mulutnya menganga dan air matanya mengalir membasahi bantal.

Disaat sosok pocong tersebut berada didepannya, andra terbangun.

Dia melihat aji, yuni dan septi berada disekitarnya. Dia merasa beruntung ternyata itu semua hanyalah mimpi semata, namun dia terheran mengapa terasa sangat nyata.

Andra menangis dan memeluk aji yang berada disamping tubuhnya, melihat itu aji bingung ada apa dengan andra.

Ilustrasi (islamidia.com)

"Dra...kamu mimpi buruk ya?" Tanya aji

"Terima kasih jiii...terima kasih u..dah bangunin aku...uu" ucap andra yang terbata bata karena menangis.

"Iya ji iya, sudah lah kamu laki laki tidak pantas menangis" balas andra.

Aji meminta septi untuk mengambilkan segelas air putih di dapur, dengan sigap septi langsung berjalan.

Kayaknya gamungkin ada mimpi kayak gitu kalau ga ada maksud deh, pengen tau gimana kelanjutan dari Cerita Seram Indonesia Terbaru: Misteri Bau Kentang? Baca ya part selanjutnya: Part 4



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"