Cerita Seram Indonesia Terbaru: Misteri Bau Kentang~

Cerita Seram Indonesia Terbaru: Misteri Bau Kentang~
Ilustrasi (m.vidio.com)

"Sayang sekali villa paman ini tidak ada yang mengurus, padahal kalau di sewakan lumayan uangnya kan" gumam aji dalam hatinya

Sesampainya didepan gudang, aji tiba tiba berhenti dan terdiam sejenak. Dia mendengar ada suara benda jatuh dari dalam gudang, hal ini membuat aji ragu untuk membuka pintunya.

Sejenak aji menenangkan dirinya dan berpikir positif, aji membaca baca doa dalam hati nya semoga saja apa yang tadi dia dengar hanya perasaannya saja.

Setelah cukup tenang, aji membuka gembok yang terlihat sudah berkarat. Pintu gudangnya pun terlihat sudah sangat tidak layak, ada beberapa bagian bawahnya yang rusak seperti habis di makan rayap.

Saat pintu terbuka, suasana gelap menyambut penglihatannya. Aji mencari saklar lampu gudang tersebut namun ternyata lampunya sudah mati, karena dia tidak membawa senter atau korek api akhirnya dia terpaksa kembali ke dalam villa untuk mengambil senter.

Aji sengaja membuka pintu gudang tersebut saat ditinggalkan karena ada bau menyengat dari arah dalam gudang. Ini baru cerita seram Indonesia terbaru~

Saat sudah berada di dalam villa, aji melihat andra berada di ruang tengah yaitu ruang tv sedang bersantai di atas sofa.

"Dra kamu udah beres beres kamarnya?" Tanya aji ke andra

"Sudah ji, aku kan bawa baju sedikit" jawab andra

"Ooh yaudah, bantu aku cari senter dra karena gudang belakang lampunya mati dan gelap" pinta aji

"Loh memang tidak ada jendelanya digudang itu ji?" Tanya andra yang penasaran

"Tidak ada, itu tempat full kayu semua dra jadi tidak ada cahaya yang masuk ke dalam" jawab aji

"Yaudah deh aku bantu cari" jawab andra dengan sedikit malas

Aji dan andra mencari disetiap lemari yang berada di villa tersebut namun tidak ketemu, sepertinya paman aji tidak menyimpan senter di villa tersebut.

Aji ingat ada pondokan kecil di dekat pintu gerbang, pondokan itu adalah tempat penjaga villa ini.

"Dra coba kamu cari di dapur ya, aku cari di pondokan yang disamping gerbang itu" ucap aji

"Oo oke deh ji" jawab andra

Aji menuju pondokan kecil tersebut, kembali yang terlihat kesan kumuh dan beberapa daun menutupi teras depannya.

Aji tidak melihat gembok di pintunya, kuncinya pun aji tidak tahu. Dia coba buka pintu tersebut dan ternyata memang tidak terkunci sama sekali.

Saat pintu terbuka lebar, aji dikagetkan oleh tikus yang tiba tiba saja berlari ke arah keluar dari dalam.

Karena hal ini saja membuat jantung aji berdetak cukup kencang. Aji mencari saklar lampu pondok tersebut dan untung saja dapat menyala, terlihat debu mengisi ruang pondok. 

Bangku dan meja makan tertutupi oleh plastik, sepertinya penjaga sebelumnya sengaja menutupinya agar tidak kotor.

Ditempat ini, kembali terjadi sesuatu yang membuat jantung aji berdetak kencang, gelas yang berada di atas lemari bergeser, aji tidak melihat namun suara pergeseran itu terdengar cukup jelas olehnya.

"Astaga ini masih siang, kenapa sudah mengganggu? Ah mungkin perasaan saya saja" gumam aji dalam hatinya

Dia kembali membaca doa lalu melanjutkan mencari senter disetiap lemari, beruntung aji menemukannya.

Setelah mendapatkan senternya, tanpa pikir panjang aji langsung menuju pintu keluar. Namun disaat berjalan, ada sesuatu yang membuat aji kembali terhenti, dia melihat sebuah foto yang terpajang di tembok pondok tersebut.

"Foto siapa ini ya? Oh mungkin penjaga sebelumnya" gumam aji

Di foto tersebut ada seorang laki laki tersenyum sedang berdiri di depan villa ini, aji mendekatkan wajahnya ke foto tersebut karena ada hal aneh dari arah dalam villa.

Dari jendela sebelah kanan seperti ada sesuatu yang mengintip dan terlihat samar seperti membentuk sebuah mata yang berwarna merah, seketika aji merasa merinding melihatnya.

"Ah mungkin kotoran yang ada dijendela" pikir aji.

Karena tidak ingin berpikir yang macam macam, aji langsung keluar dan meninggalkan pondok tersebut lalu menuju langsung ke gudang belakang villa.

Sesampainya disana aji kembali terheran heran karena pintu gudang saat dia meninggalkannya dalam keadaan terbuka.

Namun sekarang dalam keadaan tertutup rapat, lebih herannya lagi pintu tersebut kembali terkunci dengan gembok.

Sekali lagi aji tidak ingin memikirkannya, mungkin saja salah satu temannya yang mengunci gudang tersebut.

Siang ini terik matahari sangat menyengat sekali, daerah yang terkenal akan udaranya yang sejuk seperti hilang begitu saja.

Alat alat yang akan dipakai untuk membersihkan villa sudah terkumpul dihalaman.

"Ayo semuanya kumpul di depan, alatnya udah aku bawa" teriak aji kepada teman temannya

Terlihat ekpresi rasa malas dari wajah mereka, mungkin karena rasa lelah setelah perjalanan pagi tadi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, keadaan dalam villa sedikit demi sedikit terlihat bersih kembali.

Aji dan andra berinisiatif untuk membersihkan halaman depan yang penuh dengan daun kering dan beberapa sampah.

Tak lupa kebun kebun kecil yang tidak terawat tersebut juga dibersihkan dan ditanam kembali dengan tanaman yang masih terlihat bagus.

Namun tiba tiba aji dikejutkan oleh suara dari andra

"ASTAGA !!" Teriak andra yang kaget

Mendengar itu aji langsung menoleh dan bertanya.

Ilustrasi (My story)

"Dra kenapa?" Tanya aji yang penasaran.

"I...ini ji, liat sini sebentar" pinta andra kepada aji untuk mendekat

Aji mendekat dengan raut wajah yang sedikit penasaran.

"Ya ampun apa itu dra?" Tanya aji yang juga kaget melihatnya.

"Aku juga tidak tahu ji, kok serem ya astaga" jawab andra.

Dikebun yang sedang di rapihkan oleh andra, dia menemukan kain berwarna putih yang sudah terlihat sangat kotor.

Setelah diusut, kain tersebut sangat persis dengan tali kafan.

Waduh kok ada kain yang mirip sama kain kafan tuh.... Wah kudu baca Cerita Seram Indonesia Terbaru: Misteri Bau Kentang selanjutnya nih Part 2



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"