Ternyata Kita Suka Cokelat Bukan karena Rasanya, tapi ...

Ternyata Kita Suka Cokelat Bukan karena Rasanya, tapi ...

Ternyata kita suka cokelat tuh bukan karena rasanya. Tapi karena ... apa hayo? Simak deh ulasannya.

Banyak orang yang doyan banget sama cokelat. Kayaknya, siapa lagi sih yang nggak suka sama makanan manis yang satu ini? Yang dianggap mampu mengobati perasaan sedih dan gundah.

Tapi apa bener banyak orang suka cokelat tuh karena rasanya doang? Ternyata nggak gengs. Terus apa dong?

Ternyata orang suka cokelat karena kemasannya gengs (businessinsider.com.au)

Para penggemar cokelat ternyata doyan banget karena kemasannya, bungkusnya. Kenyataan ini didukung oleh sebuah studi terbaru yang menemukan bahwa cokelat menarik karena bungkusnya. 

Cokelat emang dikemas sedemikian rupa, banyak juga yang warna-warni, sebagai daya tarik emosional tersendiri buat para konsumennya.

"Ada perbedaan tentang bagaimana konsumen menilai rasa, aroma, dan tekstur produk cokelat dan bagaimana mereka menilai apa yang terlihat dari luar seperti kemasan, nama produk, informasi pada kemasan, dan harganya," kata Frank R. Dunshea, salah satu peneliti, seperti dikutip dari Kompas.com.

Karena kemasannya, orang-orang jadi suka banget (walesonline.co.uk)

Dunshea menambahkan, aspek eksternal ini sebenarnya mempengaruhi mekanisme kognitif dan psikologis konsumen. Gitu gengs.

"Informasi pada kemasan dapat mempengaruhi ekspektasi dan respons emosional konsumen terkait kesan awal pada suatu produk," kata Dunshea.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah ahli menguji 75 responden untuk menilai cokelat dalam tiga kondisi berbeda. Para responden diminta untuk mencicip cokelat tanpa kemasan, melihat kemasan tapi nggak mencicipi, dan mencicipi cokelat yang terlihat dari bentuk kemasannya.

Dari tiga pengalaman tersebut, para ahli menemukan bahwa penilaian orang terhadap cokelat berubah-ubah. Orang memberi nilai buruk pada cokelat jika mereka menganggap bugkus cokelat nggak cocok dengan isinya.

Kemasan emang menentukan banyak hal ya (irishcentral.com)

Ada juga penilaian yang berubah jadi baik saat pembungkus cokelat itu disertai kata-kata positif, misalnya ada hubungan positif antara menyukai kemasan dan rasa cokelat.

Akhirnya, emosi positif yang dirasakan terhadap kemasan cokelat sangat berpengaruh pada keputusan apakah cokelat itu akan dibeli atau tidak. Hmm ....

Sebelumnya emang udah ada penelitian juga tentang kemasan cokelat gengs. Penelitian itu mengidentifikasi gimana emosi pada kemasan bisa berpengaruh pada pilihan makanan kita. Terutama jika suatu makanan dinilai cocok dengan cara penyajiannya.

Kalian cenderung menilai apa yang kalian makan berdasarkan kemasannya (fashionworldmagazine.com)

Kini, studi baru di atas memberikan bukti kuat terhadap dua hal tersebut. Sigfredo Fuentes, seorang peneliti lainnya, menyebutkan bahwa sekitar 60 persen keputusan awal berhubungan dengan penilaian kemasan suatu produk.

"Studi kami dapat dijadikan acuan untuk mendesain suatu produk agar laris di pasaran. Kuncinya adalah mengontrol aspek eksternal dan internal dengan meningkatkan keterikatan emosional terhadap produk makanan," kata Fuentes.

Jadi gitu gengs ... sebenernya emang bukan rasanya doang yang enak. Kemasan cokelat itu yang mempengaruhi kita jadi doyan banget. Hehehe.

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"