Peneliti mencoba untuk sedikit skeptis dengan membuka kemungkinan bahwa gas tersebut bisa terjadi karena fenomena alam seperti gesekan lempeng tektonik, sambaran petir yang membawa fosfor, hingga tabrakan antar meteor.
Tetapi hasilnya tidak bisa diamati. Sehingga mereka berkesimpulan bahwa hanya makhluk hidup yang bisa memproduksi gas fosfina dalam jumlah yang banyak. Hasil eksperimen tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Astrobiology.
Jadi dengen penemuan gas berbau tengik dan beracun ini, para ilmuwan astrobiologi percaya bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang memungkinkan makhluk ekstrateresterial tumbuh dan berkembang biak. Dan itu tak hanya terjadi di Bumi gengs.