Dalam era digital ini, game seperti roleplay memang sulit dihindari, apalagi jika anak-anak tertarik untuk mengikuti sebuah karakter tertentu.
"Namanya anak, anak dalam tumbuh kembang, di mana mereka tuh bukan usia dewasa dalam bentuknya mini, jadi anak ini nggak ngerti risiko, mudah terpengaruh, peniru ulung dan lain-lain," jelas pemerhati anak tersebut, saat dihubungi detikcom Rabu (21/6/2023).
Itu sebabnya, para orangtua harus sering berbicara dengan anak mereka soal permainan roleplay sekaligus apa saja batasannya.
"Orangtua nya bilang kamu jangan ini, jangan itu, tapi kan selama ini seringnya nggak pernah diedukasi jangannya seperti apa, alasannya seperti apa," sambung dia.
"Akhirnya kan dia juga nggak paham, sehingga bisa jadi terus memainkan di luar pengawasan orangtua," pungkasnya.