Lucinta Luna Diduga Bohong, Ngaku Oplas Di Korea Selatan Padahal Di Negara Ini, Netizen Beberkan Buktinya

Lucinta Luna Diduga Bohong, Ngaku Oplas Di Korea Selatan Padahal Di Negara Ini, Netizen Beberkan Buktinya

Lucinta Luna  kembali mengejutkan publik dengan kabar operasi plastik yang dijalanya. Sebelumnya, Lucinta diketahui melakukan pemotongan bagian pinggang untuk membuat dirinya terlihat ramping. Belakangan, Lucinta Luna kerap membagikan potretnya di rumah sakit dengan kepala diperban.

Lucinta kini rela merogoh kocek untuk melakukan operasi plastik pada bagian tubuhnya yang lain seperti menghilangkan jakun, tulang ekor, bibir, rahang, cangkok kulit sampai potong leher. Lucinta Luna juga menyematkan lokasi Busan, Korea Selatan sebagai lokasinya melakukan operasi plastik.

Lucinta mengaku sengaja memilih Korea karena berharap wajah hasil operasinya mirip dengan idol K-Pop, Jisoo Blackpink. Akan tetapi, kini publik mencurigai Lucinta Luna berbohong soal lokasi operasi plastik yang dilakukannya tersebut.

Foto: Lucinta Luna Usai Operasi Plastik (Instagram)

Kecurigaan ini berawal saat netizen menemukan kejanggalan di salah satu foto yang diunggah Lucinta di Instagramnya. Dalam foto itu, wanita yang menjuluki dirinya sebagai Ratu 9 Nyawa ini memperlihatkan kepala serta lehernya yang masih diperban. Tidak hanya itu, hidungnya juga masih diplester.

Netizen mulai curiga saat melihat penampakan gedung di bagian belakang Lucinta Luna. Gedung itu diduga Q Chidlom yang berada di Bangkok, Thailand. Hal ini terlihat dari bagian atas gedung 42 lantai itu yang memiliki bentuk unik dan dihiasi tanaman berwarna hijau.

“Hmmm. Nge tag lokasi di Korea tapi netijen salfoks gedung nya kayak di Bangkok, atau bisa jadi oplas nya di korea trus recovery nya dibangkok? Hmmm ada yg bisa jelasin? Tapi bebas sih mba LL mau oplas dmn, hasilnya juga gak mengecewakan,” tulis akun @admin_igtainment yang membagikan kecurigaan itu.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"