Kekayaan Beyonce Mencapai Rp 167 Triliun, Publik Langsung Soroti Upah Ivy Park yang Tidak Masuk Akal

Kekayaan Beyonce Mencapai Rp 167 Triliun, Publik Langsung Soroti Upah Ivy Park yang Tidak Masuk Akal
Brand Ivy Park (instagram)

“Seluruh pemasok harus memenuhi persyaratan kode etik yang sangat ketat, dan kami secara aktif mendukung mereka dalam mempertahankan standar itu,” ujar juru bicara Ivy Park dalam pernyataan resmi.

Meski klarifikasi telah disampaikan, kritik di media sosial belum mereda. Banyak pengguna platform X menyoroti ironi antara status miliarder Beyoncé dan rendahnya upah buruh yang memproduksi lini busananya. Sebagian bahkan mempertanyakan konsep kekayaan besar yang dinilai kerap bersinggungan dengan eksploitasi.

“Tidak ada miliarder yang sepenuhnya etis. Untuk mencapai kekayaan sebesar itu, selalu ada pihak yang dirugikan,” tulis seorang warganet.

Komentar lain bahkan menyoroti berbagai kontroversi lain yang pernah dikaitkan dengan Beyoncé, mulai dari isu sweatshop hingga dampak lingkungan.

Di sisi lain, sejumlah warganet berupaya memberi konteks tambahan. Mereka menegaskan bahwa Beyoncé tidak terlibat langsung dalam operasional pabrik karena produksi Ivy Park saat itu berada di bawah pengawasan Adidas. Kerja sama tersebut juga telah berakhir beberapa tahun lalu.

“Parkwood sudah lama menghentikan kolaborasi itu. Beyoncé tidak menjalankan pabrik secara langsung, dan lini Ivy Park lama diproduksi oleh Adidas,” tulis seorang pengguna.

Hingga kini, polemik tersebut masih terus bergulir dan menjadi perbincangan internasional, menyoroti hubungan kompleks antara industri fesyen, citra selebritas, dan isu keadilan bagi tenaga kerja.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"