Waktu itu, Mujenih lagi membersihkan gerbong KRL yang baru tiba di Stasiun Bojonggede menuju Stasiun Bogor. Dia nemu kantong plastik hitam tergeletak di bawah bangku kursi prioritas.
Awalnya, Mujenih mengira kantong plastik hitam itu adalah sampah. "Saya lagi bersih-bersih, terus lihat ada plastik hitam di bawah bangku prioritas. Awalnya dikira saya sampah, kantong plastik itu juga sempat ditendang-tendang sama penumpang," kata Mujenih.
Karena curiga, Mujenih memeriksa isi kantong plastik tersebut. Dia kaget waktu melihat tumpukan uang pecahan Rp 100.000 yang ada di dalam kantong plastik.
"Pas saya cek, dilihat isinya uang banyak pecahan Rp 100.000, dibungkus koran juga," ucapnya.
Mujenih pun langsung melaporkan temuannya kepada petugas passenger service (PS) di Stasiun Bogor. Petugas Stasiun Bogor kemudian mengumumkan kehilangan barang kepada pengguna KRL untuk datang ke ruang informasi.
Nggak lama kemudian, datang seorang laki-laki tua yang mengaku telah kehilangan barang berupa kantong plastik hitam dan berisi uang.
Beberapa proses dilakukan buat memastikan kalo barang tersebut milik laki-laki itu. Dan akhirnya petugas pun menyerahkan uang setengah miliar itu kepadanya.
Penyerahan uang disertai dengan tanda terima. "Habis proses serah terima, saya langsung kerja lagi. Jadi enggak sempat ngobrol panjang dengan pemilik uang itu.
Katanya sih uang itu untuk gaji karyawannya," tutur Mujenih.
Mujenih sendiri nggak ada sedikit pun niat buat ngambil uang itu. Dia cuma mikir cara buat mengembalikan uang ratusan juta itu kepada pemiliknya.
Dia juga pernah mengalami peristiwa serupa sebelumnya. Bedanya, nominal uang sebelumnya sebesar Rp 50 juta.
Hmm, buktinya abang petugas kebersihan nggak gentar, ya Gengs? Patut dicontoh nih mental yang kayak abangnya. Wah, semoga jadi pelajaran ya buat Mas Imam Darto. Semangat, Ngab!