Bintangi Film Saat Menghadap Tuhan, Rafi Sudirman Keluar dari Zona Nyaman Sebagai Musisi

Bintangi Film Saat Menghadap Tuhan, Rafi Sudirman Keluar dari Zona Nyaman Sebagai Musisi

Rafi Sudirman, memerankan karakter Damar dalam film Saat menghadap Tuhan . Film drama yang mengangkat tema tentang perundungan dan kekerasan seksual remaja ini disutradarai oleh Rudi Soejarwo yang namanya melambung setelah menjadi sutradara film Ada Apa Dengan Cinta (2001).

Saat berbincang di kantor Paragram, Senin (27/5),Rafi menyebut perlu perjuangan ekstra dalam melakoni peran sebagai Damar. “Ini film pertama saya dan menjadi Damar dengan karakter nggak biasa. Sebagai remaja yang menjadi korban perundungan,” kata Rafi.

Untuk bisa mendalami peran sebagai Damar, Rafi menyelam lebih dalam menemui teman-temannya yang pernah menjadi korban perundungan. Bahkan ia pun dulu ketika masih duduk di bangku SMA juga pernah menjadi korban perundungan senior di sekolah. “Saya tidak trauma, kebetulan keluarga juga memberi dukungan untuk menghadapi perundungan,” ujar Rafi.

Akting Rafi Sudirman Sebagai Damar di Film Saat Menghadap Tuhan (YouTube ReXcorp)

Dikenal sebagai musisi jazz, Rafi ingat ketika tak sengaja bertemu Rudi Soejarwo. Kebetulan Rafi sedang mengantar temannya yang kasting untuk film ini. “Awalnya temani teman kasting, terus ketemu mas Rudi, kata dia muka saya tengil banget. Disuruh baca naskah dan saat itu langsung kasting,”kenangnya.

Rafi terkejut karena Rudi langsung menerima dia sebagai pemeran utama. Meskipun tak pernah main film sebelumnya, tantangan ini diterima Raffi. Sebelum syuting Rafi berusaha meninggalkan karakternya sebagai musisi. 

“Saya mungkin meninggalkan musik sementara agar fokus dengan peran sebagai Damar. Damar orang yang introvert sementara saya ekstrovert, kami jelas berbeda. Saya harus totalitas untuk proses syuting,” bilang Rafi yang sekitar dua minggu syuting di Jakarta.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"