Kesejahteraan Wasit Indonesia yang Masih Penuh Ketimpangan dan di Bawah Standar

Kesejahteraan Wasit Indonesia yang Masih Penuh Ketimpangan dan di Bawah Standar
Kesejahteraannya masih di bawah standar dan penuh ketimpangan (republika.co.id)

Maka dari itu, kesejahteraan wasit Indonesia tak bisa dipukul rata. Muhammad Irham sendiri harus mencukupi kebutuhab hidupnya dengan sedikit terpaksa. Kisahnya pun berbeda dengan wasit lain sseperti iwan Sukoco, wasit Liga 1.

Iwan Sukoco mengaku masih mendapatkan gaji dari kantor. Karena itu, dia tak begitu bergantung pada bayaran yang didapatnya saat memimpin laga.

Kesejahteraan wasit Indonesia yang dipertanyakan orang-orang itu juga tampak dari ketimpangan gaji yang diterima. Wasit ternyata memiliki "kasta" yang berbeda-beda.

Wasit tengah dibayar Rp5 juta per pertandingan. Sedangkan asisten wasit dibayar Rp2,5-3 juta per pertandingan. Tapi itu baru wasit di Liga 1 loh. Wasit Liga 2 mendapatkan Rp3 juta per pertandingan.

Gaji wasit tergolong masih kecil (vivagoal.com)

Sementara wasit Liga 3 mendapatkan bayaran yang lebih kecil lagi. Nominal upah wasit Liga 3 bahkan beda-beda. Upah wasit Liga 3 itu diberikan langsung oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) yang satu pertandingannya dibayar Rp400 ribu.

Bahkan nominal dari setiap Asprov juga berbeda-beda.

Itulah realitas kesejahteraan wasit Indonesia yang masih penuh dengan ketimpangan dan di bawah standar. Padahal sepakbola sendiri adalah salah satu cabang olahraga yang bergengsi di Tanah Air.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"