Nama Aries Susanti menjadi viral setelah prestasi gemilangnya di bidang panjat tebing. Tidak hanya emas yang dibawanya pulang tapi juga rekor dunia. Aries Susanti berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Dilansir dari Kompas.com, Ia berhasil memperoleh emas dalam Piala Dunia Panjat Tebing (IFSC World Cup) yang beru saja dilaksanakan di Xiamen, China. Tidak hanya menjadi juara dunia, Aries juga berhasil memecahkan rekor dunia mengalahkan Ling Song dari China. Dia menjadi atlet wanita pertama dalam sejarah yang mencatatkan waktu 6,995 detik dalam nomor speed world putri.
Pertama dalam sejarah loh, keren banget prestasinya Aries ini. Dia mengukir sejarah dunia dalam usia yang masih relative muda.
Aries lahir di Grobogan pada 21 Maret 1995 dan berkuliah di Universitas Muhammadiyah Semarang. Sejak kecil Aries memang sudah dekat dengan dunia olahraga. Iya mengawali karirnya di olahraga lari. Baru berubah memilih panjat tebing hingga saat ini setelah diperkenalkan oleh seorang guru olahraga. Sejak SD Aries sudah berlatih panjat tebing.
Menekuni panjat tebing sejak usia belia, Aries menjadi atlet panjang tebing termuda di Grobogan. Usianya saat itu 14 tahun. Terus berlatih dengan tekun, Aries berhasil masuk menjadi jajaran atlet Pekan Olahraga Nasional (PON). Dia mengawali karirnya di PON dari menjadi atlet cadangan hingga jadi tim inti Jateng. Rupanya dia berhasil masuk tim inti ketika justru berhasil mengalahkan para atlet Pelatda.
Dia maju hingga babak 8 besar di PON Riau. Pada pertandingan berikutnya, di PON 2016 Jawa Barat dia dan timnya berhasil membawa pulang emas.
Awal tahun 2017 Aries mendapatkan kesempatan untuk melatih panjat tebing anggota Kopassus di Jakarta. Dari sinilah ia bertemu dengan Hendra Basir, pelatih panjat tebing nasional. Hendra lantas mengajak Aries berlatih untuk Asian Games 2018.
Lagi-lagi Aries justru mengalahkan tim inti Pelatnas. Akhirnya dari tim cadangan dia dimasukkan ke dalam tim inti.
Aries sudah meraih banyak prestasi di bidang panjat tebing. Kejuaraan internasional pertama yang diikutinya adalah kejuaraan Asia di Iran tahun 2017. Dia berhasil memperoleh perunggu. Kemudian mendapat Perak pada kejuaraan duia tahun 2017 di Xiamen Cina.