Apakah Gulat Pro Layaknya WWE Itu Settingan? Ini 6 Faktanya

Apakah Gulat Pro Layaknya WWE Itu Settingan? Ini 6 Faktanya
Ilustrasi Gulat (Media Indonesia)

4. Gimana dengan penggunaan senjata?

Gimana dengan penggunaan kursi, sabuk, bel pertandingan, dan lain sebagainya? Di era lampau, para pegulat kadang beneran membiarkan wajah mereka dihantam oleh kursi. Tapi, aksi seperti ini kemudian berujung kepada cedera otak pada para veteran. 

Jadi sekarang, terutama di WWE, kamu bisa melihat kursi-kursi ini dihantam ke punggung bukan langsung ke kepala korbannya. 

Selain itu, sejumlah senjata yang memang dihancurkan ke tubuh musuh seperti gitar sudah dipersiapkan khusus, jadi bukan gitar sungguhan. 

5. Apakah aksi yang sudah diatur bisa menimbulkan cedera?

Meski para pegulat saling bekerja sama untuk meluncurkan teknik-teknik mereka, dan serangan seperti tendangan dan pukulan sering kali bahkan tidak mengenai target, jangan kira gulat pro itu olahraga ringan. 

Pada dasarnya, para pegulat ini benar-benar membiarkan tubuh mereka terbanting bahkan terpental. Selain itu, meski sudah diatur pun jatuh dari puncak tangga atau puncak kandang ya tetap sangat berisiko. 

Dalam pertandingan melawan Undertaker di Hell in a Cell di tahun 1998, Mick Foley merasakan jatuh dari puncak kandang ke arena, lalu terhantam kursi di wajahnya sehingga satu giginya lepas.

Selain itu, jika terjadi kesalahan seperti seorang pegulat gagal menangkap pegulat lain, kecelakaan yang berujung kepada cedera pun bisa terjadi. 

6. Jadwal WWE pun berat untuk tubuh pegulatnya

Nggak cuma setingan soal pertandingan, jadwal WWE juga tak bisa dikatakan ringan. Tak tanggung-tanggung, pegulat WWE bisa saja bergulat lebih dari satu kali dalam satu pekan. Terutama kalau para pegulat ini level bintang seperti Seth Rollins, Roman Reigns, atau John Cena saat dia masih bertarung dulu. 

Setiap pekan, ada acara mingguan seperti SmackDown atau RAW. Selain itu ada pula acara house show, yang tidak disiarkan di TV. Kadang-kadang dalam satu pekan itu ada juga acara besar seperti Royal Rumble, Survivor Series, atau WrestleMania. 

WWE juga tidak memiliki jadwal libur. Para pegulat papan atas akan terus bekerja hingga mereka izin cuti, mereka harus diliburkan karena cedera, atau mereka memang didepak dari WWE. 

Jadi, gulat pro itu settingan ya, gengs. Meskipun masih banyak faktor yang bisa membahayakan para pegulatnya jika dilakukan dengan salah. 

Siapa nih yang suka gulat? Kalau mimin sih suka kedamaian aja. Nggak suka kekerasan.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"