Vagina Terasa Panas Atau Gatal, Waspada Penyakit Kelamin

Vagina Terasa Panas Atau Gatal, Waspada Penyakit Kelamin

Kalau sering merasa panas atau gatal, bisa jadi terkena penyakit kelamin atau iritasi. Kenali gejalanya.

Vagina terasa gatal bisa disebabkan karena ada bakteri atau kutu kemaluan. Gejalan ini hanya salah satu dari beberapa tanda terkena penyakit kelamin. Tapi tetep aja, kalau sering mengalami vagina terasa panas atau gatal, lebih baik diperiksakan ke dokter.

Gak cuma karena infeksi jamur dan bakteri. Penggunaan sabun vagina yang terlalu sering atau terlalu keras justru gak baik. Bisa membunuh bakteri baik dan bikin vagina mudah terinfeksi.

Vagina terasa panas dan gatal karena infeksi (asiaone.com)

Berikut ini beberapa tanda atau gejala yang bisa muncul saat kamu terkena penyakit kelamin.

1. Keputihan abnormal hingga pendarahan vagina

Keputihan normal terjadi pada wanita. Tapi hal ini jadi gak normal ketika udah terjadi perubahan pada cairan yang keluar. Keputihan berbau busuk dan berwarna selain putih jernih (kuning, hijau, abu-abu, berbusa) tandanya tidak normal. Bisa terjadi karena infeksi jamur dan bakteri.

Keputihan akibat trikomoniasis biasanya berwarna hijau, berbusa, dan berbau tidak sedap. Keputihan akibat gonore umumnya berwarna kekuningan dengan noda darah.

Kalau kamu mengalami gejala gak normal ini bahkan ada noda darah, segera periksa ya ladies.

2. Nyeri saat berhubungan seks

Jika mengalami nyeri yang tidak biasa saat berhubungan seks, baiknya periksakan ke dokter. Nyeri saat seks ini menjadi tanda gejala penyakit kelamin yag sering terabaikan.

Penyakit kelamin dapat dikenali dari beberapa gejala (health.com)

3. Luka pada vagina

Luka yang menyebabkan vagina terasa gatal dan panas bisa menjadi gejala awal herpes genital. Luka pada vagina juga bikin kamu gak nyaman dan jadi tambah parah kalau gak ditangani. Segera periksa ke dokter ya gengs.

4. Bartholinitis

Bartholinitis adalah infeksi pembengkakan yang berada dipinggir salah satu kelenjar Bartholin, dan terletak pada bagian dasar labia. Penyebabnya karena terjadi infeksi dan gonokokus. Bartholinitis dapat menyerang kelenjar penderita, namun penyakit ini tidak menular saat berhubungan seks.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"