Tiap tahun kalian pasti merencanakan diet pada awal tahun sebagai resolusi. Kalau sering gagal, mungkin kalian tidak memperhatikan hal ini dalam pola dietnya.

Tahun demi tahun berganti dan resolusi diet selalu saja gagal? Diet memang bukan hal yang mudah dilakukan. Meski kalian sudah berkomitmen menjaga asupan makanan dan rajin olahraga, namun hasilnya tetap tak sesuai rencana.

Faktanya, seperti dilansir dari laman Detik.com pada Selasa (1/1/2019), ada beberapa poin penting yang wajib diperhatikan demi berhasilnya program diet. Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr. Muliaman Mansyur, niat yang kuat menjadi dasar keberhasilan diet seseorang.

Resolusi diet (nanasmanis.com)

“Kita harus punya niat yang kuat dahulu agar diet berhasil. Mau fitting baju pernikahan atau mau kelihatan kurus saat wisuda, atau terhindar dari penyakit berbahaya yang juga diderita orangtua, seperti penyakit jantung, stroke, dan gula,” tutur dr. Muliaman belum lama ini.

Jika kalian sudah memilih pola diet, pastikan bahwa diet tersebut sesuai dengan kondisi tubuh. Pasalnya, kondisi tubuh setiap orang orang bisa berbeda-beda, dengan begitu dietnya juga berbda. Misalkan, untuk orang yang terkena diabetes mellitus. Mereka harus mengkonsumsi asupan tertentu agar gula darah tetap terkendali.

“Tatalaksana diet menyumbang keberhasilan diet sebesar 80 persen. Inilah yang akan menentukan berat badan stabil atau turun dalam menjaga atau menurunkan berat badan. Sedangkan 20 persennya adalah olahraga,” jelas dr. Muliaman lebih lanjut.

Dr. Muliaman juga menjelaskan, diet yang paling benar adalah dengan cara membatasi asupan kalori harian. “Biasanya kalori yang dianjurkan sekitar 1.200-1.300 kcal/hari. Namun ingat, tanpa harus puasa makan terutama buat yang punya riwayat gastritis/ulkus peptikum karena akan berbahaya.”

Resolusi diet (harpersbazaar.co.id)

Ia mengungkapkan, cara yang paling mudah menghitung asupan kalori adalah dengan meal replacement. Menurutnya, meal replacement yang dianjurkan adalah 200-400 kcal/hari, tinggi protein, rendah lemak, rendah karbohidrat, namun tinggi serat, dan tinggi kalsium.

Sangat disarankan untuk memilih meal replacement yang di dalamnya mengandung nutrisi lengkap serta memberikan rasa kenyang lebih lama. “Untuk lebih mudah menghitung pengurangan kalori biasanya digunakan meal replacement, yaitu nutrisi pengganti makanan,” pungkasnya kemudian.

Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna

Facebook Conversations