Manfaat Konsumsi Buah Kurma untuk Kesehatan Tubuh dan Otak

Manfaat Konsumsi Buah Kurma untuk Kesehatan Tubuh dan Otak

Buah kurma udah akrab sama orang Indonesia terutama ketika Ramadhan. Buah satu ini bakalan jadi incaran untuk dimakan langsung atau dijadikan panganan olahan.

Bukan cuma kebiasaan loh. Kurma dikonsumsi karena emang punya manfaat baik buat kesehatan kamu. Ini manfaat kurma ketika dikonsumsi secara rutin.

Kandungan nutrisi kurma adalah serat, protein, kalium, magnesium, tembaga, mangan, zat besi, vitamin B6. Kurma juga kaya akan asupan kalsium, zat besi, vitamin K, folat, serta antioksidan seperti karoten, fenolik, avanoid, dan anthocyanin.

Pohon kurma (britannica.com)

Manfaat kurma untuk kesehatan adalah:

1. Mencegah resiko diabetes

Untuk orang yang punya kadar gula darah, ganti makanan manis saat berbuka dengan kurma. Penelitian yang diterbitkan oleh Nutrition Journal tahun 2011 pun menunjukkan bahwa buah ini mempunyai indeks glikemik rendah.

Selain itu kurma punya serat yang dicerna lebih lambat di dalam perut sehingga membantu tubuh lebih baik mengontrol kadar gula darah.

2. Mencegah anemia

Kandungan zat besi dalam kurma bisa mencegah anemia karena zat besi penting untuk pembentukan darah.

3. Menjaga kesehatan pencernaan

Kurma membantu mencegah sembelit dan diare karena kandungan serat alami. Serat yang susah dicerna akan melancarkan buang air besar. Selain itu kandungan fenolik dalam kurma bagus untuk membersihkan usus gengs.

Kalau kamu susah makan sayur, makanlah kurma saat puasa kayak gini.

Buah kurma matang (geneticliteracyproject.org)

4. Antioksidan

Antioksidan fungsinya buat melindungi sel dan jaringan tubuh dari stres dan peradangan kronis yang memicu berbagai penyakit. Flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik adalah beberapa jenis antioksidan yang bisa membantu mengurangi risiko beberapa kanker. 

5. Menjaga kesehatan otak

Studi dari Neural Degeneration Research tahun 2016 menemukan kalau ternyata kurma punya potensi menghambat produksi protein pemicu peradangan bernama interleukin 6 (IL-6) di otak.

Kadar IL-6 yang tinggi di dalam otak sering dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"