Begini Ternyata Efek Makanan Cepat Saji untuk Tubuh, Sebahaya Apa?

Begini Ternyata Efek Makanan Cepat Saji untuk Tubuh, Sebahaya Apa?

Tidak mengherankan jika semakin banyak suatu makanan diproses, semakin buruk pula dampaknya bagi kesehatan. Yang lebih bahaya, semakin sering kita makan, semakin sulit kita lepas dari makanan cepat saji.

Namun, hal ini tidak menghalangimu untuk mengganti junk food dengan variasi nutrisi yang lebih sehat agar kamu tetap dalam kondisi terbaik. Dalam sebuah penelitian yang sangat memprihatinkan yang baru-baru ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Michigan, hot dog ditemukan menghilangkan 36 menit hidup seseorang setiap kali dikonsumsi.

Tidak mengherankan jika makanan berminyak yang populer seperti bacon, burger, nugget ayam, dan sejenisnya hanya mengganggu kesehatan masyarakat, sedangkan makanan utuh dapat menambah waktu hidup seseorang hingga 80 menit per porsi. Makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan gangguan lemak darah atau dislipidemia. 

Kesimpulan Para Peneliti Soal Makanan Sehat

Macam-macam junk food (bobo.grid.id)

Penelitian-penelitian sebelumnya yang menyelidiki pola makan yang sehat atau berkelanjutan sering kali mereduksi temuan mereka menjadi diskusi mengenai makanan nabati versus makanan hewani. Makanan hewani juga distigmatisasi sebagai makanan yang paling tidak bergizi dan berkelanjutan.

Meskipun makanan nabati secara umum memiliki kinerja yang lebih baik, terdapat banyak variasi dalam makanan nabati dan hewani yang harus diketahui sebelum kesimpulan umum tersebut dapat dibenarkan.

Jadi intinya, makanan yang sehat adalah makanan yang utuh dan segar. Yang tidak diolah berulang kali, tidak mengandung pengawet dan perwarna buatan, dan dimasak dengan benar.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"