Yuk Kenali Agoraphobia: Kecemasan atau Ketakutan pada Keramaian

Yuk Kenali Agoraphobia: Kecemasan atau Ketakutan pada Keramaian

Agoraphobia, apa sih itu? Simpelnya sih kecemasan pada keramaian. Dan, ini dia tanda-tandanya. Simak deh.

Phobia atau rasa takut adalah hal yang dimiliki semua manusia. Setidaknya setiap orang pasti punya ketakutan terhadap suatu hal entah takut laba-laba (arachnophobia) atau takut pada tempat sempit (claustrophobia), dan lain sebagainya.

Di balik semua phobia yang kalian ketahui, tahukah kalian agoraphobia? Ya, agoraphobia adalah ketakutan atau rasa cemas terhadap keramaian di dalam tempat umum atau ramai.

Nah, biar kalian tau, ini dia tanda-tanda agoraphobia atau kecemasan pada keramaian seperti dikutip dari IDN Times berikut ini.

Agoraphobia, apa sih tuh? (medium.com)

1. Apa itu agoraphobia?

Jadi, agoraphobia adalah gangguan kecemasan ketika seseorang menganggap dunia luar tuh nggak aman. Para pengidapnya cenderung menghindari tempat umum, tempat perbelanjaan, maupun ruang terbuka.

Buat mereka, rumah adalah tempat paling aman dan nyaman. Pengidapnya akan menganggap bahwa tempat umum tuh bisa melukai atau membunuh mereka. Ini sih kalo udah akut banget ya.

2. Emangnya pengidapnya banyak ya?

Medical News Today menyebutkan bahwa phobia yang satu ini ternyata dialami oleh sekitar 1,8 juta penduduk Amerika Serikat. Umumnya mereka adalah penduduk berusia 18 tahun ke atas. Jadi total pengidapnya di AS bisa mencapai 0,8 persen dari total populasinya.

Umumnya mereka mengalami panic attack ketika dihadapkan dengan ruang publik, tempat terbuka, atau keramaian.

Sementara menurut Departemen Kesehatan Australia, agoraphobia dialami 1-2 persen dari populasi penduduk benua kecil itu. Begitu pula dengan Selandia Baru. Umumnya hal itu dialami sejak masa remaja atau awal usia 20 tahunan. Pengidapnya pun lebih banyak perempuan ketimbang laki-laki.

Gimana sih para penderita agoraphobia itu? (writefullyinspired.com)

3. Bagaimana mengenali gejalanya?

Agoraphobia ini berkaitan dengan panic attack, gejala-gejala yang bisa dikenali pun serupa. Gejala fisiknya bisa diketahui dari nyeri dada, jantung berdebar kencang, pusing, berkeringat, menggigil, hingga sulit bernapas secara tiba-tiba.

Di samping itu, ada juga perasaan takut dan terancam yang berlebihan hingga sulit dikendalikan.

4. Apa ngganggu banget ya fobia ini?

Agoraphobia tuh bisa mengganggu kehidupan personal seseorang, termasuk peran-peran sosial juga lho. Agoraphobia bisa membatasi kemampuan seseorang dalam bersosialisasi.

Jika kalian tau ada seseorang yang kayaknya jadi takut untuk ke sekolah, kerja, atau hadir ke acara-acara penting, mungkin mereka adalah salah satu pengidap agoraphobia. Sebab di sana, mereka akan bertemu dengan banyak orang juga.

Agoraphobia sebenernya masih bisa diatasi kok (rd.com)

5. Apa sih penyebabnya?

Sebetulnya ada banyak faktor yang memicu munculnya agoraphobia. Sebagian menyebut bahwa agoraphobia terjadi karena faktor biologis seperti kondisi kesehatan atau faktor genetis.

Ada juga yang menganggap bahwa phobia ini dipengaruhi oleh perangai, stres akibat kondisi lingkungan, keturunan, serta proses pembelajaran selama masa kanak-kanak.

Faktor risiko lainnya adalah memiliki panic disorder dan phobia lain. Entah mengalami peristiwa yang penuh tekanan, pernah dilecehkan orang, diserang di tempat umum, dan lain sebagainya.

Tapi tenang gengs, buat kalian, atau jika kalian kenal seseorang dengan phobia ini, masih bisa diatasi kok. Bisa lah kita meminta bantuan psikolog untuk diberikan treatment tertentu demi mengatasinya.

Kita bisa belajar juga untuk mengendalikan diri dalam situasi yang membuat kita stres, tertekan. Selain itu, jika memang dibutuhkan, kita juga bisa mengonsumsi obat-obatan seperti obat penenang atau antidepresan.

Obat-obatan itu akan menjadi penenang yang setidaknya bisa meringankan gejala kecemasan dalam jangka pendek. Meski begitu, obat-obatan itu harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. Nggak bisa sembarangan konsumsi gengs.

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"