Tes Swab Saat Puasa Bikin Batal Gak Ya? Begini Hukumnya

Tes Swab Saat Puasa Bikin Batal Gak Ya? Begini Hukumnya
Ilustrasi virus corona (kompas.com)

Hal ini dikarenakan cara pengambilannya yang persis dengan tindakan “As-Sa’uth” dalam istilah ulama fiqih sebagaimana keterangan Syekh Wahbah Az-Zuhayli.

والسعوط صبه في الأنف

Artinya, “’As-Sa‘uth’ adalah menuangkan obat ke dalam hidung,” (Syekh Wahbah Az-Zuhaily, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, [Beirut, Darul Fikr: 1985 M/1405 H], cetakan kedua, juz II, halaman 652).

Sedangkan, jika mengutip dari Mazhab Syafi’i yang menyebutkan syarat sah puasa adalah menahan diri dari tindakan memasukkan sesuatu ke rongga hidung meski sedikit atau bukan makanan adalah:

و الخامس الإمساك (عن دخول عين) من أعيان الدنيا وإن قلت ولم تؤكل ما يسمى (جوفا) كباطن أذن وهو ما وراء المنطبق والأنف ما وراء القصبة جميعها

Artinya, “Kelima adalah menahan (dari kemasukan suatu benda) dari sekian benda dunia meski sedikit dan tidak dapat dimakan ke dalam apa yang disebut sebagai (rongga) seperti bagian dalam hidung, yaitu sesuatu di balik lapisan. Sementara hidung adalah sesuatu di sepanjang pipa/rongga hidung,” (Habib Abdullah bin Husein bin Thahir, Is’adur Rafiq, [Surabaya, Maktabah Al-Hidayah: tanpa catatan tahun], juz I, halaman 115-116).

Ilustrasi tes swab (suara.com)

Oleh karena itu, pihak mereka menyarankan kepada semua masyarakat yang berpuasa untuk melakukan tes swab di malam hari agar tidak mengganggu keabsahan ibadah puasanya. Jadi sekarang, udah tau kan bagaimana hukum Islam soal tes swab saat berpuasa?



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"