Fahmi Alamsyah juga mengungkapkan, kekecewaannya terhadap pemberitaan media yang seakan-akan menuduhnya menyusun skenario seolah-olah ada baku tembak.
"Karena ini isunya sensitif," ucap dia.
# Tak Ingin Membebani Kapolri dan Para Penasihat Ahli
Fahmi juga mengaku bahwa para penasihat ahli Kapolri lainnya sempat merapatkan dirinya dan memberi rekomendasi. Namun ia tak ingin membebani Kapolri dan para penasihat ahli.
"Saya di penasihat ahli dirapatkan. Saya mundur karena tak ingin membebani," imbuh Fahmi.
Fahmi Alamsyah mengatakan tak ada di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J saat dan pascakejadian. Dia mengaku memang ditelepon Ferdy Sambo, namun untuk dimintai bantuan menyusun draf press release ke media.
"Pertama, saya tidak hadir di TKP saat hari Jumat, 8 Juli 2022. Kedua, yang dimintakan bantuan (oleh FS) bukan (menyusun skenario) kronologis, tapi draf rilis media," ucap Fahmi.
# Fahmy Menyarankan Ferdy Sambo untuk Menggelar Konferensi
Fahmi menceritakan bahwa saat itu Sambo mengetahui kematian Brigadir J terendus media lokal Jambi pada Minggu (10/7). Hari itu, dia langsung menyarankan kepada Ferdy Sambo untuk menggelar konferensi sesegera mungkin dan selambat-lambatnya pada Senin (11/7) sore.
"Hari Minggu, tanggal 10. sekitar jam setengah tiga, FS telepon saya. Kenapa telepon saya? Karena dia mendengar informasi ada media yang sudah bertanya ke Kabid Propam Jambi. Pada saat telepon, saya menyarankan ceritakan apa yang terjadi pada Kapolda Jambi di Duren Tiga supaya tidak menambah kebingungan. Kemudian saya sarankan juga selambat-lambatnya Mabes Polri merilis peristiwa Duren Tiga pukul 16.00 Senin," ungkap Fahmi Alamsyah.