Menengok Sejarah dan Fakta tentang Pohon Tabebuya yang Dikira Sakura di Surabaya

Menengok Sejarah dan Fakta tentang Pohon Tabebuya yang Dikira Sakura di Surabaya
Bunganya pada berjatuhan di trotoar tuh (Twitter @traveloka)

Di samping itu, bunga Tabebuya umumnya memiliki lebar mekar 1-4 inci yang kelopaknya menggantung dalam beberapa kelompok. Bunganya berbentuk kayak tabung, tapi enteng, ringan.

Bunga Tabebuya yang bermekaran biasanya berwarna keemasan. Tapi ada juga sih yang warnanya merah muda, yang ungu juga ada. Untuk warna lain seperti putih, magenta, dan merah ... itu jarang banget.

Yang pasti, daun pohon Tabebuya punya warna daun silver, dan emang itu ciri khasnya.

Jalan protokol di Surabaya (Twitter @traveloka)

Kerennya lagi, pohon Tabebuya ternyata toleran dengan berbagai jenis tanah. Namun, Tabebuya hanya bisa tumbuh di lokasi yang hangat, dan bukan dalam cuaca yang sangat dingin.

Selain itu, tanaman ini punya toleransi kekeringan yang tinggi. Makanya, tanaman ini akan lebih baik tumbuh di tanah yang subur dan punya drainase yang baik.

Karena Tabebuya berasal dari Brasil yang notabene negara di garis ekuator, Tabebuya bisa beradaptasi dengan lokasi yang mataharinya terik. Apalagi mereka relatif tahan penyakit dan hama.

Jalan protokol di Surabaya (Twitter @BanggaSurabaya)

Struktur rantingnya rindang, pohonnya pun gak terlalu tinggi tuh. Yang pasti penyerapan karbon atau polusi kendaraan bisa sedikit dikurangi berkat pohon ini.

Tanaman ini ternyata selalu bermekaran setiap akhir musim kemarau. Atau malah ketika memasuki masa awal musim hujan. Surabaya jadi lebih teduh dan nyaman berkat Tabebuya yang dijajar di banyak jalan protokol.

Surabaya berasa jadi kayak Negeri Sakura aja nih. Semoga tetap dirawat dengan baik deh.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"