Konsili Vatikan II, Kembali Ke Sumber Tradisi Suci

Konsili Vatikan II, Kembali Ke Sumber Tradisi Suci

Konsili Vatikan II diadakan dalam empat kali sidang. Konsili Vatikan II ini termasuk tonggak sejarah gereja Khatolik.

Konsili Vatikan II atau disebut juga Konsili Ekumenis Vatikan adalah Konsili Ekumenis ke-21 dari Gereja Katolik Roma. Konsili Vatikan II dibuka oleh Paus Yohanes XXIII pada 11 Oktober 1962 dan ditutup oleh Paus Paulus VI pada 8 Desember 1965.

Pembukaan Konsili ini dihadiri oleh beberapa tamu udangan dari umum dan gereja. Mereka adalah perwakilan dari 2540 orang uskup Gereja Katolik Roma sedunia (atau juga disebut para Bapa Konsili), 29 pengamat dari 17 Gereja lain, dan para undangan yang bukan Katolik.

Pada Konsili Vatikan II ini ada empat periode sidang. Jumlah Uskup yang hadir lebih banyak sehingga dokumen yang dihasilkan juga lebih banyak.

Pertemuan besar para Uskup (robertodemattei.it)

Latar belakang Konsili ini adalah adanya tantangan yang sangat besar dari perubahan politik, sosial, ekonomi, dan teknik. Hal ini terjadi pada tahun 1950an. Sejak Konsili Vatikan pertama telah muncul aliran liberalisme dari para teolog.

Tujuan diadakannya Konsili ini adalah untuk memperbaharui Gereja secara spiritual dengan cara kembali ke sumber Tradisi Suci yang lama baik yang tertulis (Kitab Suci) maupun yang lisan yaitu ajaran para Bapa Gereja dan tulisan Para Orang Kudus.

Beberapa uskup mengusulkan perubahan dalam struktur dan praktik gerejawi. Hal ini dilakukan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Di antara pengusul ini yang paling terorganisasi adalah kelompok uskup Belanda dan Jerman yang dikenal sebagai para Uskup Rhine.

Komisi khusus yang dibentuk menghasilkan 987 proposal konstitusi dan dekret (dikenal sebagai schemata atau Skema) yang ditujukan untuk dimintakan persetujuan Konsili. Komisi persiapan khusus ini berjumlah 10 komisi.

Pembukaan Konsili Vatikan 2 (robertodemattei.it)

Sidang-Sidang Umum Konsili dilaksanakan pada musim gugur selama empat tahun kemudian (dalam 4 sidang) pada 1962 hingga 1965. Sidang ini dijalankan menggunakan bahasa latin. Hasilnya juga dirahasiakan dan hanya diketahui oleh komisi khusus.

Sidang Pertama

Sidang pertama terjadi pada musim ggur tahun 1962. Konsili dibuka oleh Paus Yohanes pada 11 Oktober 1962. Sidang pertama ini  dihadiri oleh para Bapa Konsili dan wakil-wakil dari 86 negara dan badan-badan internasional. Setelah Misa, Paus memberikan amanatnya kepada para Uskup yang berkumpul dengan judul Gaudet Mater Ecclesia (Latin untuk "Bunda Gereja Bersuka cita").

Isu-isu yang dibicarakan selama sesi-sesi Sidang adalah termasuk mengenai liturgi,gereja-gereja Ritus Timur, komunikasi misa serta sumber-sumber Wahyu Ilahi. Skema mengenai Wahyu Ilahi kemudian ditolak oleh sebagian besar uskup, dan Paus Yohanes terpaksa harus campur tangan untuk memerintahkan penulisan kembali mengenai skema ini.

Sidang Kedua

Sidang kedua dilaksanakan pada musim gugur tahun 1963. Hasil dari sidang ini, para uskup menyetujui konstitusi tentang liturgi suci (Sacrosanctum Concilium) dan dekret tentang upaya-upaya komunikasi sosial (Inter Mirifica). Sidang dilanjutkan dengan skema mengenai Gereja, Uskup dan Keuskupan, serta Ekumenisme. 

Sidang Ketiga

Dilaksanakan pada musim gugur tahun 1964. Sidang dimulai pada 14 September 1964. Para Bapa Konsili mengerjakan proposal mengenai Ekumenisma (Unitatis Redintegratio), gereja-gereja Katolik Ritus Timur (Orientalium Ecclesiarum), serta konstitusi tentang Gereja (Lumen Gentium) disetujui dan diumumkan secara resmi oleh Paus.

Sebuah votum atau pernyataan mengenai sakramen pernikahan dimunculkan sebagai pedoman bagi komisi untuk merevisi Hukum Kanonik tentang isu-isu beragam akan yurisdiksi, seremonial, dan pastoral.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"