Ini Alasan Kenapa Makam Orang Tionghoa Ukurannya Besar dan Megah

Ini Alasan Kenapa Makam Orang Tionghoa Ukurannya Besar dan Megah

Berbeda dengan kuburan orang-orang Jawa di Indonesia yang biasanya menggunakan batu nisan yang kecil. Kuburan orang-orang Tionghoa justru tampak megah dengan bentuk makam yang besar. Mayoritas seperti tugu peringatan yang berbahan semen.

Arsitektur makam Tionghoa memang terbilang menarik, bentuknya juga beragam. Beberapa berbentuk lepar, bahkan ada yang memiliki tangga. Intinya, untuk sebuah makam, kuburan masyarakat Tionghoa bisa dikatakan sangatlah megah.

Penggunaan Makam Berhubungan dengan Tujuan untuk Jenazah

Contoh salah satu makam Tionghoa yang megah (travel.kompas.com)

Ternyata, selidik punya selidik. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, pembangunan sebuah makam harus sesuai dengan maksud dan tujuannya. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa orang meninggal akan berpindah tempat ke dunia lain yang diyakini mirip dengan dunia manusia saat masih hidup.

Mereka juga percaya bahwa orang yang sudah meninggal juga butuh uang dan barang-barang lain untuk hidup di dunia 'bawah' sana. Sehingga, altar atau makam yang besar itu berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan sesajen. Seperti misalnya benda-benda yang dibakar dan makanan yang disukai mendiang.

Untuk soal ukuran, konon makam dan batu nisan yang serba besar yang dibangun untuk mendiang juga menandakan status sosial orang yang dimakamkan. Semakin besar ukurannya, makin tinggi derajat status sosialnya.

Letak Kebanyakan Makam Masyarakat Tionghoa



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"