Fakta-fakta Unik Sumo di Jepang, Dilarang Sarapan dan Diharuskan Tinggal di Kandang Kuda

Fakta-fakta Unik Sumo di Jepang, Dilarang Sarapan dan Diharuskan Tinggal di Kandang Kuda

Sumo  adalah olahraga terkenal di Jepang  saling mendorong antara dua orang pesumo yang berbadan gemuk dan besar. Aturannya siapa pesumo yang bisa mendorong lawannya keluar lingkaran merah dia akan memenangkan pertandingan.

Di Jepang, Sumo sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Ternyata Sumo memang satu-satunya ada di Jepang meskipun di negara tetangga Jepang seperti Korea dan Mongolia ada jenis olahraga mirip dengan Sumo yakni gulat. Dilansir dari BBC terdapat fakta-fakta unik tentang Sumo yang saat ini masih jarang diketahui banyak orang. 

1. Dilarang Sarapan

Menjadi seorang pesumo makanan harus diatur. Setiap pagi pesumo dilarang untuk sarapan atau makan pagi. Hal ini dilakukan agar metabolisme tubuh pesumo melambat sehingga saat makan siang dan makan malam nafsu makan mereka jadi bertambah.

Sehingga saat pesumo makan siang dan makan malam, mereka makan dalam porsi makan yang sangat besar. Selain menyantap makanan yang mengandung lemak, karbohidrat, dan protein, sumo disarankan untuk sering tidur selama beberapa kali. Makanya badan mereka gemuk karena kerjaannya makan tidur, makan tidur saja.

Fakta Unik Sumo di Jepang (Klook)

2. Tinggal di Kandang Kuda

Pesumo yang masih muda atau baru mengawali karir sebagai pesumo tinggal di tempat khusus yang disebut kandang kuda. Kandang kuda bukan seperti kandang hewan kuda yang kotor dan bau, sebab itu mirip asrama khusus pesumo. Di lokasi itu para pesumo tinggal dan berlatih.

Selama berada di kandang kuda, pesumo harus hidup mandiri mulai dari memasak makanan, membersihkan tempat, hingga cuci pakaian sendiri. Selama di kandang kuda, pesumo tidak disarankan membawa istri dan anak masuk ke dalam, karena ada larangan yang sangat keras.

3. Tidak Selalu Orang Jepang

Meski Sumo olahraga asli Jepang ternyata tidak semua pesumo orang Jepang asli Sebab justru para pesumo lebih banyak orang dari luar Jepang seperti Mongolia. Mereka tetap memakai baju adat Jepang meski ukan orang Jepang. 



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"