# Proyek Kerja Sama Tesla dan Indonesia
Indonesia telah mencoba mengajak Tesla untuk membangun fasilitas produksi di negara yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia, elemen penting untuk baterai kendaraan listrik.
Awal tahun ini, Presiden Joko Widodo bertemu dengan pendiri Tesla Elon Musk untuk menggalang investasi.
Indonesia ingin mengembangkan industri kendaraan listrik dan baterai di dalam negeri dan telah menghentikan ekspor bijih nikel untuk memastikan pasokan bagi investor, menurut Reuters.
Langkah ini telah menarik investasi dari raksasa China dan perusahaan Korea Selatan seperti LG dan Hyundai, yang memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik senilai $1,1 miliar di dekat ibu kota negara, Jakarta.
Awal tahun ini, Hyundai juga mulai membangun Ioniq 5 di Indonesia.
Investor lain termasuk perusahaan patungan SAIC-GM-Wuling, yang memulai produksi lokal kendaraan listrik mini Wuling Air pada 8 Agustus di pabriknya di Cikarang, Jawa Barat.
Awal tahun ini, media lokal melaporkan bahwa Tesla setuju untuk membangun pabrik baterai dan kendaraan listrik di sebuah kompleks industri di provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Menteri Investasi negara itu Bahlil Lahadalia mengatakan pada 19 Mei bahwa kesepakatan itu dilakukan, meskipun belum ada kesepakatan yang ditandatangani.
Namun, Tesla belum secara resmi mengkonfirmasi kesepakatan itu, jadi ini masih menjadi rumor untuk saat ini.
Indonesia telah menargetkan 20% mobil yang diproduksi di dalam negeri menjadi mobil listrik pada tahun 2025. Sebagian besar mobil yang saat ini dibuat di dalam negeri—sekitar 1 juta per tahun—ditenagai oleh mesin pembakaran internal.