Kebutuhan layar lebar yang ekonomis sehingga realistis menjadi proyek Samsung kala menawarkan jajaran televisi lebar mereka menggunakan teknologi MicroLED

Tahun lalu di event CES, Samsung memamerkan panel MicroLED modular yang membentuk teknologi The Wall TV. Teknologi ini merupakan generasi terbaru dari televisi 4K Samsung yang  memperluas teknologi QLED mereka. Saai itu mereka memamerkan Q9 berukuran 88-inci.

Jelas, TV raksasa ini ditujukan untuk pasar home theatre atau untuk konsumen biasa. Saat itu penggemar resolusi yang nggak masuk akal ini bersedia menghabiskan sekitar $ 30.000 AS untuk Samsung Q9 88-inci.

Samsung televisi microLED (engadget.com)

Samsung juga sempat memperkenalkan layar LED berukuran bioskop, meski agak kecil dengan nama Cinema Screen di tahun 2017. Dengan bangga mereka mengatakan bahwa layar bioskop ini akan sepuluh kali lebih terang daripada layar teater tradisional sambil melebihi spesifikasi DCI. 

Pasar yang mereka sasar melalui kampanye ini adalah tempat-tempat kecil pemutaran film yang membutuhkan resolusi jauh lebih terlihat, serta ruang seni yang memprioritaskan kesetiaan dalam produksi digital mereka.

Namun Samsung kembali menggeser pasar televisi layar lebarnya di tahun 2019 ini dengan pengembangan teknologi MicroLED mereka. Mereka mengarahkan teknologi dalam dua arah, lebih besar dan lebih kecil. Apa maksudnya?

Samsung Cinema Screen (youtube.com)

Pada event CES Las Vegas tahun ini, konsumen diperlihatkan bahwa panel MicroLED yang digunakan untuk membuat layar 'The Wall' dan 'The Window' 219 inci, layar besar tahun lalu berukuran 146-inci, dapat digunakan untuk membuat layar pada resolusi, ukuran dan bentuk apapun.

Samsung juga mengumumkan versi The Wall yang mungkin cocok di lebih banyak rumah, dengan resolusi 4K tersedia dalam ukuran 75 inci. Belum ada pengumuman terkait harga televisi ini. Tetapi tentu saja tetapi lebih realistis bagi konsumen daripada layar bioskop 34 kaki yang awalnya dibuat untuk teknologi itu.



Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna

Facebook Conversations