Awal Mula Chef Haryo Hijrah Sampai Bikin Gerakan Sedekah Seribu

Awal Mula Chef Haryo Hijrah Sampai Bikin Gerakan Sedekah Seribu

Chef Haryo meninggal akibat sakit jantung pada Kamis 21 Desember 2023. Kisah hidup juru masak ini memang menarik. Sempat populer sebagai chef dan jadi pemandu acara televisi Harmoni Alam di TRANSTV, Chef Haryo pernah merasakan titik terendah dalam hidupnya hingga memutuskan untuk hijrah.

Usai menyelesaikan kontrak di program Harmoni Alam TRANSTV tiba-tiba Chef Haryo menghilang bak ditelan bumi. Ternyata dia memang sengaja tidak muncul di layar kaca karena ingin hijrah mendalami agama Islam. Proses hijrah yang dilakukannya memang bukan main-main atau tanpa sebab.

Chef Haryo hijrah karena merasa hatinya kosong. Meskipun ia populer sebagai seorang chef terkenal dan mendapatkan banyak uang dari hasil kerja kerasnya, tetapi ia tidak merasakan sebagai orang yang memiliki agama dan menjalani ibadahnya. Hati Chef Haryo seperti kosong tak berpenghuni. Ia pun melakukan pencarian untuk mendapat ketenangan dan Tuhan.

Chef Haryo Hijrah (Riau24.com)

Kemudian pada tahun 2015 bertepatan dengan Chef Haryo mengalami masalah dalam rumah tangga yang berujung perceraian dengan istri pertamanya. Belum lagi saat itu ia pernah membangun sebuah bisnis namun mendadak gulung tikar. Menjadi bangkrut tak lagi punya uang membuat Chef Haryo alami kebimbangan dan keresahan.

Saat mulai mendalami agama Islam, Chef Haryo kembali mendapat ujian dalam hidup. Pda tahun 2019 ia divonis memiliki penyakit jantung setelah mengalami serangan jantung pada tahun 23 September 2019. “Insya Allah penyakit saya ini dihapuskan dosa-dosa saya di masa lalu dan menjadi sabar untuk bekal di akhirat nanti,” kata Chef Haryo dikutip dari detikcom.

Meskipun harus menjaga kesehatan karena memiliki riwayat sakit jantung, Chef Haryo semakin sering berbuat kebaikan. Salah satu kebaikan yang dia lakukan dan jadi viral adalah melakukan Gerakan Sedekah Seribu. Gerakan Sedekah Seribu dilakukannya pertama kali di Surabaya, Jawa Timur dengan menjual nasi bungkus dengan harga Rp 1.000 perak.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"